Alasan Menolak Tahun Baru Hura-Hura


new-years-eve-in-riverside-pictures-of-fireworks

New Year Eve is moment when you celebrating new year with fireworks party. Yaps kembang api adalah satu elemen penting dalam malam tahun baru bagi kebanyakan orang around the world! Dan saya bagian dari manusia tidak kebanyakan, karena saya bukan tipikal orang yang over excited untuk menyambut malam pergantian tahun. Saya bukan orang yang anti huru hara, namun sedikit kurang nyaman dengan something crowded!

Well tapi bukan karena sentimen pribadi saya menolak tahun baru gaya hura-hura. Jangan-jangan habis ini ada yang nyolot “Wah lu mah gitu Det sirik aja kan gara-gara malam tahun baruan cuman di rumah doang? Gak punya pacar? Gak ada yang ngajakin jalan? Gak ada yang peduli ama lu kan? Ngaku aja deh lu!” Ckckck kenapa jadi personal attack? Hahaha… Well intinya bukan itu, tapi emang ada banyak alasan kuat kenapa tahun baru dengan hura-hura itu gak rekomen (beberapa alasan mungkin akan terdengar klasik). Why? Check my reasons!

  1. Sayang aja, lihat uang dibakar percuma. Kaget aja kemarin baca berita pemda Provinsi A ngeluarin uang puluhan juta rupiah hanya untuk kembang api. What? Itu hanya untuk ditampilkan sekitar 10 menitan. Ckckkc…. “Det, lu nggak suka kembang api ya? Sentimen amat!” Honestly, saya suka sekali dengan kembang api, kagum aja keren gitu kalau pas lihat di youtube. Tapi, apalah fungsi estetis itu lebih dimaklumi ketika enggeser fungsi sosial dalam anggaran pemerintahan? Menurut saya pribadi kok kurang peka ya. Jujur kalau misal di Jogja saya tahun baru cuman internetan di rumah, ngeblog (ya kaya gini), kalas pas malam pergantian tahun palingan cuman keluar di teras kostan lantai dua lihat orang-orang nyalain kembang api kemudian jepret, memuaskan hasrat fotografi. Habis itu yaudah balik lagi ke kamar! Fungsi estetis dalam benak saya ya cuman itu, didokumentasikan sekali dua kali jepret dan sudah selesai. Untuk fungsi semacam itu harus merogoh kocek puluhan bahkan ratusan juta? Sementara di luaran sana masih banyak orang-orang yang tak beruntung, belum tersentuh oleh pemerintah. Satu contoh kasus, di Pandeglang ada satu sekolah dasar yang gurunya hanya lulusan sekolah dasar juga, dengan bangunan sekolah yang tanpa bilik. Apakah kemewahan segelintir rakyat ini juga perlu mengabaikan sebegitu banyak jenis rakyat yang lain?
  2. Dampak perayaan tahun baru terhadap angkasa? Saya pribadi kurang paham dengan dampak kembang api selama perayaan tahun baru dengan lapizan ozon di atas sana. Mungkin beberapa orang yang paham tentang permasalahan ini bisa memberikan uraian yang lebih baik dari sekedar asumsi? Kira-kira asap yang ditimbulkan berdampak terhadap kualitas udara nggak? Atau percikan api yang tercipta dari kembang api itu berpengaruh terhadap lapisan atmosfer nggak?
  3. Kemacetan lalu lintas. Beuh jangan ditanya, karena moment pergantian tahun adalah moment saat orang-orang di dalam rumah bermigrasi semua ke ruang publik. Tanpa perlu dibayangkan kita sudah sering mendengar atau membaca pemberitaan soal macet yang dihasilkan selama tahun baru. Permasalahan macet sendiri, tidak selesai pada stagnya kendaraan di jalan raya, namun juga berkaitan dengan bahan bakar yang digunakan. Kemacetan membuat konsumsi bahan bakar meningkat secara signifikan. Peningkatan konsumsi bahan bakar ini tentu sangat merugikan. Bahan bakar sebagaimana kita ketahui mendapatkan subsidi dari pemerintah. Uang subsidi berasal dari masyarakat yang seharusnya diperuntukkan untuk kesejahteraan. Dan tahun baru membuat subsidi tersebut terbuang sia-sia karena kemacetan? It’s not good!
  4. Perayaan tahun baru tidak cocok untuk mental masyarakat kita yang kebanyakan masih alay, gumunan, vandal, dan gak peka. Berbeda dengan di Jepang, mereka menonton pesta kembang api dengan duduk rapi, lihat dengan tertib, barisan duduknya pun sedemikian teratur. Kalau di Indonesia? Alamak copet berkeliaran, ada yang duduk, jongkok, berdiri, atau malah ada yang tiduran. Begitu kembang api diletupkan, teriakan haaaa huuuu dimana-mana, beuh! Romatisme kembang api mendadak buyar. Itu baru sampai pada tahap perayaan, setelah perayaan? Jangan ditanya! Sampah dimana-mana beberapa fasilitas publik seperti taman rusak terinjak-injak (source dari beberapa media online yang saya dapatkan).

Yah mungkin sementara itu sih, alternatif perayaan tahun baru yang lebih bermakna dan kreatif akan saya post belakangan. Well, tahun baru itu bukan soal perayaan tapi pemaknaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s