Something Deserve to Remember


IMG_6186Satu tahun. Hmmm.. menurutmu waktu yang lamakah? Kira-kira begitu! “Seharusnya”. Tapi entah mengapa setahun belakangan tak ada satu pencapaian yang berarti dalam hidup. 22 ke 23 tahun yang tak terlampau mengesankan. May be, karena targetku tahun lalu tak terlalu terarah mungkin? Atau karena merasakan hidup yang flat, yang rutinitasnya sama setiap hari? Tapi percayalah aku tahu kok Tuhan udah ngasih sesuatu yang luar biasa dan aku bersyukur untuk itu.

Beberapa pencapaian yang kuingat pasca 26 Oktober 2014 adalah yudisium, wisuda, jalan-jalan ke Bandung dan Malang, lalu diterima sebagai guru SMA di almamaterku dulu. At least, setelah berumur 22 tahun aku tidak menjadi pengangguran terdidik. Sedikit melegakan, ya hanya sedikit sih! Oh ya, akhirnya aku terpaksa beli kamera baru yang menyebabkan tabunganku mendadak terkena inflasi hebat (well, but I deserve to get better camera for my hobby).

Hmm.. oke soal permintaanku tahun lalu bukankah sangat sederhana, setelah banyak kegagalan dan keinginan yang terpenuhi pada tahun sebelumnya. Tahun ini sepertinya aku tak ingin sesederhana tahun kemarin, rasanya seperti tanpa target dan tujuan, dan aku sama sekali tidak bisa hidup dengan cara yang demikian.

Sekedar flashback tahun kemarin, tahun kemarin aku tidak terlalu mengurusi perasaan, sebab perasaan seperti udah mati di tahun-tahun sebelumnya. Tapi tetep aja baper, ketika ingat gimana susahnya untuk bisa lulus skripsi tepat waktu, gimana susahnya menata hati pasca . Yaps, finally emang pada akhirnya Tuhan Yang Maha Arsitektur, membuat aku sadar satu hal, aku gak perlu merasa menjadi Tuhan yang merasa tahu segalanya. Maka aku belajar untuk mengikuti alur. Benar saja, Tuhan seperti memberikan kado terindah untuk hidupku. Aku masih ingat, waktu ulang tahunku aku melangsungkan ujian skripsi, kemudian aku bisa yudisium, dan wisuda tahun lalu. Bukan hal yang terlalu membanggakan sih sebenarnya, toh setiap orang kuliah pasti akan mengalami wisuda juga. Namun bukan itu poinnya, tapi, aku percaya kadang Tuhan gak ngasih apa yang kita mau, melainkan apa yang kita butuhkan. Ciihh aku mengutip sesuatu yang klasik…

 

You life for change not chance!

And end of this topic, ikut alurnya Tuhan itu penting, I mean kita wajib berpasrah, tapi bukan berarti kita gak ngelakuin apapun. Kalau kamu gak ngelakuin apapun, kamu gak berhak untuk mendapatkana apapun. That why, setelah ini aku akan merancang satu tahun ke depan yang lebih sistematis. Banyak orang jadi cowok itu harus visioner kan? And I will… Welcome 2016. Btw ini latepost, harusnya diterbitkan akhir Oktober kemarin😀

One response to “Something Deserve to Remember

  1. Kita boleh sederhana tapi bukan sederhana yang tidak bisa melakukan apa – apa.

    Semangat untuk jadi seseorang yg Visioner!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s