Trip Bandung (Part 3)


Hari Kedua
Katanya perjuangan itu jangan pernah berhenti. Yes, we believe it! Setelah gagal naik Bandros di hari pertama, maka di hari kedua, kami balik lagi ke Taman Cibeunying. Haha antrinya beuh jangan ditanya deh! Kami berlima, gue, dua sepupu, tante, dan anaknya yang masih kecil. Karena weekend, jadi tuh taman emang rame banget, ada banyak komunitas gitu ngumpul-ngumpul, misalnya aja komunitas pecinta anjing, komunitas pecinta reptil, dll. Saat tante ama sepupu gue yang cewek ngatri, gue, sepupu gue yang cowok ama yang masih kecil mutusin buat jelong-jelong dulu men. Ke Taman Kandaga Puspa, Taman Lansia, Kantor Pusat Pos Indonesia, the iconic one Gedung Sate sayang banget depannya waktu itu dipake HTI buat demo-demo, Pasar Monju, terus ke tempat penjual bunga-bunga gitu deket taman Cibeunying. Finally kita dapat tiket dan siap untuk tour!

Antrian Bandrosnya tjetaar!

Antrian Bandrosnya tjetaar!

Komunitas reptile di Taman Cibeunying

Komunitas reptile di Taman Cibeunying

Gantrian ngantri Bandros, nogkrong dulu!

Gantrian ngantri Bandros, nogkrong dulu!

Komunitas again

Komunitas again

Pintu masuk Taman Bunga nih!

Pintu masuk Taman Bunga nih!

Kantor Poss secara dulu gue suka banget ngoleksi perangko!

Kantor Poss secara dulu gue suka banget ngoleksi perangko!

Nih kelakuan HTI -_-

Nih kelakuan HTI -_-

Gedung Sate....

Gedung Sate….

Pasar Minggu Monju!

Pasar Minggu Monju!

White rose, di ibu2 penjual bunga deket Cibeunying Park!

White rose, di ibu2 penjual bunga deket Cibeunying Park!

This is my first experience use Bandros (Bandung Tour on Bus, forgive me if false). Bandros adopted Super Bus in London and used to city tour, introduce Bandung City with top and bottom floor. Tour guide speak in bilingual, Indonesia, English (for international tourist), and sometimes Sundanese.
Bus dengan konsep seperti ini adalah satu-satunya di Indonesia. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya kita benar-benar diajak untuk seru-seruan, terlebih untuk mereka yang berada di top floor, kita bisa merasakan sensasi nunduk berjamaah ketika ada kabel listrik melintang atau dahan-dahan serta ranting pohon yang menjorok ke jalan, maklum kabel listrik dan pohon tidak dirancang setinggi mungkin. Kekurangannya, armada bus ini sangat terbatas hanya ada satu yang dioperasikan (saat itu, padahal ada dua armada kaau gak salah), tiket dibuka untuk setiap dua puluh pembeli karcis, dan mereka harus rela menunggu sekitar satu jam untuk setiap kali putaran (setiap dua puluh pembeli, maka loket karcis ditutup, sementara calon penumpang lain tetap berdiri menunggu). Nah sekarang konon kabarnya Bandros hanya melayani rombongan yang terdiri dari minimal 30 orang, dengan tarif 750.000/per rombongan, tapi gak tahu juga sih. Cukup kasihan untuk mereka yang harus mengantri lama, kami kemarin antri mulai jam 09.00 dan baru mendapatkan tiket sekitar jam 13.00 apalagi musim penghujan (siap-siap Bandros tidak beroperasi). Selain itu seringnya pemandu meminta kami merunduk saat ada kabel dan ranting, membuat kami kurang konsentrasi untuk menikmati pusat kota Bandung (meskipun tour guide selalu memberikan cerita kepada kami), saya juga kesulitan untuk memotret bangunan-bangunan iconic di Bandung, tapi itulah sensasinya naik Bandros teriak-teriak riuh setiap kali ada rintangan “Awas kabel kabel, merunduuukkk” Sedang asyik-asyiknya memotret tiba-tiba ada teriakan “Awaas ada ranting” tak sempat saya menghindar “Plaaakk” haha kena deh. Tiket Bandros dibadrol mulai dari 10.000/orang. Btw menaiki moda transportasi wisata ini, membuat saya jadi tahu bagaimana rasanya Maria Rahajeng menikmati city tour di London saat karantina Miss World 2014 kemarin. Dan menuliskan ini membuat saya merasa sedang memperjuangkan fast track multimedia. Lets share some picture from our journey with Bandros. Btw lagi, talking about rute, this is our rute trip: Alun- Alun, Jalan Asia Afrika, Jalan ABC, Jalan Banceuy, Jalan Braga, Jalan Lembong, Jalan Veteran, Jalan Sunda, Jalan Sumbawa, Jalan Aceh, Jalan Banda, Jalan Riau, Jalan Citarum, Diponegoro

Gedung medeka Asia Afrika!

Gedung medeka Asia Afrika!

Alun-alun Bandung waktu belum jadi!

Alun-alun Bandung waktu belum jadi!

Salah satu gedung pondok pesantren di Bandung

Salah satu gedung pondok pesantren di Bandung

Lets take a selfie!

Lets take a selfie!

Sumpah yang ini ala-ala Marjeng di Sper Bus London!

Sumpah yang ini ala-ala Marjeng di Sper Bus London!

Tugu Sepak Bola

Tugu Sepak Bola

Guess what?

Guess what?

IMG_0339

Hayaaa...

Hayaaa…

Nah setelah pulang, kami berlima pisah. Sepupu ane yang kecil, yang cowok (Rio), ama tante (Mbak Sri) pulang. Sedangkan gue ama sepupu gue yang cewek (Risa) menyampung jelong-jelong. Yeaay kita mampir ITB dulu say. I have opportunity to visit Institute Technology Bandung. In there, I just ride in to go toilet LOL. Most of campus or university in Bandung, include ITB very consider about environmentally sound. They build building, without broke of trees. So, comfortable, cool, and little mystical LoL. But, they coddling walker with their special pedestrian precinct. It’s look different compare with my campus in Jogjakarta. “When you building, you will destroyed trees, and deleted some garden”. It’s so sad… I love ITB atmosphere very much, impressing that this place darker but still aristocrat, elegant, unique, and had and to hold itselft impression

Yang ini depan ITB

Yang ini depan ITB

Gaya-gaya aristokrat dengan batu-batu alam ^_^ Tapi keliatan angker sih emang :D

Gaya-gaya aristokrat dengan batu-batu alam ^_^ Tapi keliatan angker sih emangūüėÄ

Yaps kita sempet ke daerah Dago. Risa kebetulan punya kenalan di sana, jualan mie ayam (atau bakso? Lupa!) gitu, haha makanlah kita di sana. Sempet memfoto beberapa hasil kerainan tangan unik, yaitu ninja, yang elastis bisa dibentuk macam-macam, and this is their picts.

cute one!

cute one!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s