Trip Bandung (Part 2)


Hari Pertama
Well, hari pertama ini sepertinya tuan rumah ingin menjamu gue dengan sesuatu yang gak biasa. Yaps akhirnya diajaklah gue ke Taman Cibeunying Park, nah namanya juga bulan-bulan Desember gitu yah, jadi musim-musim hujan lah. Nah katanya kita mau naik Bandros, sayangnya kalau hujan Bandros kaga beroperasi, padahal kita udah ngantri lama dan panjang bener, udah kaya ngantri sembako murah. More detail about Bandros akan dijelasin ntar, karena di hari pertama kita keluar kontrakan ini, kita belum berhasil untuk mencicipi Bandros yeay. Tapi boleh lah gue kasih penampakannya. Nihh…

Rain coat man in front of Bandros :D

Rain coat man in front of BandrosšŸ˜€

Nah gagal naik Bandros , akhirnya kita milih untuk muter-muter aja deh ngeliatin taman-taman yang ada di Bandung. I feel amaze.
Menurut gue, Bandung adalah salah satu kota dengan jumlah taman terbanyak. Mulai dari taman lansia, taman lalu lintas, taman film, taman jomblo, taman Pasupati, dll. Salah satu taman dengan konsep unik dan kreatif yang digagas oleh pemerintah Kota Bandung adalah Taman Film. Fly over yang di kota-kota lain digunakan untuk berjualan atau magkrak, di Bandung tempat ini disulap menjadi tempat nonton dan nongkrong yang ketjeh. Sebuah LCD besar berada di tengah-tengah, di hadapannya terhampar rumput sintetis (Anda tentu harus melepas alas kaki jika ingin duduk di sini) yang dapat dibongkar pasang. Untuk yang tidak kebagian karpet? tenang saja, karena di belakang masih ada tempat duduk yang dibikin berundak mirip tribun. Anda tidak perlu melepas alas kaki di sisi ini. Ketika kami ke sana sore hari, film belum juga diputar (kemungkinan pemutaran film baru akan dilakukan malam hari, dan kami tak mau membuang lebih banyak waktu untuk itu ) Namun yang perlu digarisbawahi di sini adalah, keseriusan pemerintah kota untuk membuat tata ruang yang layak serta penyediaan ruang publik yang nyaman. Selain itu taman ini kan bisa saja digunakan untuk aktivitas mahasiswa, dengan cara melakukan pemutaran film indie misalnya? And this is free entry!

Ini yang disebut dengan Taman Film

Ini yang disebut dengan Taman Film

Kalau ini taman Jomblo karena duduknya satu-satu

Kalau ini taman Jomblo karena duduknya satu-satu

Taman Film yeay!

Taman Film yeay!

Nah setelah jalan-jalan ke berbagai taman, kita akhirnya ke Jalan Braga yang kesohor banget itu. Gue sih gak ngerti ya, cuman Braga itu kaya kawasan wisata kuliner dan belanja lah. Dan konon jalan Braga adalah satu-satunya jalan berkavling blok yang ada di Bandung. Kita juga sempet mampir makan gaes. Haha dan yakin, orang-orang Bandung emang kreatif, lihat aja buku pesanan menunya. Tapi yang bikin gue kaget adalah di banyak tempat makan di Bandung, mereka membebankan service tax dan itu gak murah (secara selama ini lebih sering makan, di tempat yang mana service itu include). @Braga Street one of my favorit corner in Bandung. Cool atmosphere, historical building, stuning person, and hmmm some beautiful places and ladies…

Braga Street :D

Braga StreetšŸ˜€

What a pose!

What a pose!

Sayang anak-sayang anak  :D

Sayang anak-sayang anakšŸ˜€

Haha ideal daddy Hoeekk...

Haha ideal daddy Hoeekk…

Kenapa bukan bebek girang aja :3

Kenapa bukan bebek girang aja :3

Beautiful sunset :)

Beautiful sunsetšŸ™‚

Oke setelah muter-muter lama, itā€™s time to break (abaikan muka capek ya saudara-saudara)

time to take a break!

time to take a break!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s