Perjuangan Mimpi Sopir “Terkutuk”


IMG_6283

Judul               : Mengejar-Ngejar Mimpi

Penulis             : Dedi Padiku

Penerbit           : AsmaNadia Publishing House

Cetakan           : Mei 2014

Halaman          : 324 halaman

Genre              : Novel motivasi

 

Kalau ada orang dengan jalan hidup yang berliku, dialah Dedi. Seorang pekerja keras, sejak bangku Sekolah Menengah Kejuruan. Kisah cintanya di sekolah bersama dengan Iyen, dimulai ketika Masa Orientasi Sekolah berlangsung. Orang bilang love is everything, sepertinya pepatah itu benar. Cinta mengubah segalanya, kisah segitiga dengan sahabat, lalu kekecewaan yang mendalam, sampai merubah pandangan untuk fokus pada cita-cita. Tak terselesaikan, mungkin itulah yang patut untuk menggambarkan kisah cintanya.

Bukan hanya kisah cinta yang rumit, perjalanan kariernya sebagai sopir yang nyaris mirip kutukan, diawali dari dua centimeter. Ya… kisah cinta memang membawanya menjadi lulusan terbaik, membawanya nyaris bekerja di perusahaan Jepang. Namun, karena tinggi badan kurang dari dua senti, maka Dedi tak punya pilihan lain kecuali mencari pekerjaan lain. Posisi sopir adalah tempat dia berpetualang. Dan di sinilah sebenarnya segala kejanggalan itu diawali, kalau dia memang kandidat kuat pekerja yang akan dikirim ke Jepang, tentu dia sebenarnya lebih dari cukup untuk mencari pekerjaan di perusahaan multinasional. Tapi itulah pilihan hidup dia. Berkali-kali pindah menjadi sopir pribadi, perusahaan, sampai anggota dewan, jadi kuli angkut pun juga pernah. Hingga keadaan memaksa dia untuk hijrah ke Jakarta. Di Jakarta semuanya pun tidak berjalan dengan mudah, menjadi seorang kuli bangunan adalah salah satu hal yang pernah dia lakukan. Sampai kemudian, nasib mempertemukannya pada dunia menulis, penulis, dan penerbit.

Secara materi, novel ini sebenarnya memiliki ide yang menarik, terlepas dari apakah ini pure sebagai cerita riil atau realitas yang dibumbui. Ada banyak bagian yang sangat mungkin bisa digali dan dikembangkan lagi. Konflik-konflik di dalamnya, masih terkesan datar, meskipun sebenarnya ada banyak sekali penanjakan di sana. Tanpa melihat lebih jauh unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastranya, yang justru menarik adalah latar belakang penulisnya. Dedi tidak memiliki basic penulis, namun tekadnya untuk menulis patut diacungi jempol. Bagaimana pun, sebenarnya buku ini lebih semacam catatan harian. Setidaknya cerita semacam ini mengingatkan saya pada buku karya Andrea Hirata, Laskar Pelangi. Namun  dari segi olahan kalimat, kata, dan juga bumbu-bumbu dalam cerita, Mengejar-Ngejar Mimpi jauh-jauh lebih sederhana. Kekuatan buku ini sebenarnya terletak pada materi (dan komentar pengantarnya kalau saya boleh jujur😀 ).

 

2 responses to “Perjuangan Mimpi Sopir “Terkutuk”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s