Aku dan Kau Kebahagiaan


lonely1

Sore ini dengan ketetapan hati aku juga memutar Rapuh. Bukankah dia yang selalu menjadi musik pengiring selepas perpisahan-perpisahan yang kita lakukan? Tuhan kumohon jangan lakukan itu. Dan Tuhan selalu memiliki prerogatif. Dia melakukan apa yang kita tak suka, oh tidak, itu hanya aku yang tak suka. Bukankah kedukaan, seharusnya sudah saja dibuang, entah di selatan Samudra Hindia, atau sekedar di dasar Sungai Bengawan Solo?

Lagu ini, kamar ini. Aku tak mampu lagi untuk menawar seberapa murah luka harus dibayar. Tidak. Dia hanya menginginkan harga tinggi, sampai aku benar-benar tak bisa menawar. Aku sedang tak ingin menyedihkan, tapi lentingan-lentingan piano ini melentingkan pula segala ingatan tentang gurat senyumu, atau sekedar kata-kta khas panggilan sayangmu yang kini menjemukan sekaligus tertanam. Kau tahu betapa aku selalu memanggil namaku sendiri dengan nama yang kau berikan.

Aku bukan tidak bisa melanjutkan langkah, aku hanya ingin tak menyesal mengenal luka. Tentang keramik-keramik yang diam membisu ini, biarlah mereka menjadi saksi. Atau setumpuk buku-buku yang kadang kucaci, atau segumpal bibir lembutmu yang kadang jahil. Atau pelukan tiba-tiba, yang kini selalu menyentak nyeri jika aku tak mampu menolak kehadirannya. Atau bisikan manjamu, yang kadang tak mampu kumengerti. Atau keinginan-keinginan terselubungmu dalam canda, yang seharusnya sudah kuantisipasi dari awal.

Hadirmu terlalu anarkis, dengan huru hara yang menyesatkan. Kilat matamu adalah mata pisau yang membutakan, juga suara sayangmu yang kini membuatku menuli untuk mendengar panggilan-panggilan mereka. Mereka yang kau tahu pernah kutelanjangi. Juga gelora pada jemarimu yang menyentuh, adalah awal dari mati rasa yang menghunus tiap jengkal kulitku. Ah… au mungkin tak mampu lagi mengingat kenangan romantis, sebab ingatanmu hanyalah residu-residu kebencian. Aku menyerah, seperti engkau menyerah pada janji dan mimpi-mimpi.

Aku sudah bahagia dengan yang lain, demikian kau katakan.

Aku? aku bahagia dengan kesendirian.

Kost, 2 April 2014, 16.40

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s