Memoar


untamed___dream_traveler_pen_drawing_by_hoshisamavalmor-d4t4msg
Lama kali aku tak bicara soal cinta. Mungkin dia adalah rumah berpenghuni gelandangan dengan sarang laba-laba dan tikus yang berlari dengan riang. Rindu hanya debu yang ditiup angan-angan atau mimpi kemudian berlalu menghambur pada lantai dan dinding-dinding. Kesetiaan mungkin pernah menjadi atap, pernah. Yang kulihat sekarang adalah cicak dan tokek berkeliaran saja dengan liar, di genting-genting yang serupa melumut agak kehitaman. Rumah ini mungkin masih berjendela, kecil saja, tempat aku masih sempat melongok luar, bukan halaman, namun sesuatu yang beberapa senti jaraknya dari jendela. Bukan bunga, atau hamparan, atau sekedar burung lewat yang letih kemudian terkapar. Bukan. Hanya serupa udara saja yang kosong dan tak bertumpu, yang dingin dan sunyi, yang tak berbau dan tenang, yang hampa dan tak kumengerti. Rumah ini sudah tak berpintu, sebuah kunci telah hilang darinya, seperti kamu hilang dariku. Lama sekali aku tak bertanya soal cinta, sedang malam ini cinta berbicara kepadaku.
Mandala, 7 Maret 2014 23.30

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s