Ketika Emak-Emak Udah Rumpita Sari


arisan-ilustrasi-_130507192430-978
Jreng-jreng hallo Prevers, ketemu lagi dengan cerita gue nih. Kali ini udah beda lagi ceritanya, tapi masih sejalur, ibarat naik kereta, ini tuh kereta langsiran. ???!!?/??!??!?!?/!? Bingung? Sama. Nah jadi untuk menyingkat waktu, gue mau langsung cerita aja nih ya. Selepas pakde gue pulang, gue langsung fokus ke emak-emak yang lagi pada PKK. Biasalah gue kan emang tukang kepo, jadi mata-mata dan kadang juga spy tiap kejadian di dalam hidup ini. Salah satunya yang gue amati adalah emak-emak ini. Gue pengen banget memetakan, mencari karakteristik, serta pola yang jelas tentang eksistensi mereka.
Nah dari ruang sebelah, gue bisa mencuri dengar apapun yang pengen gue dengar. Gue denger masing-masing emak sibuk ama obrolannya sendiri-sendiri, mereka ngobrol ke sana ke mari sehingga gak menyadari kalau yang sedang mereka obrolin adalah alamat palsu :3 Gue pikir itu acara inti PKK udah selesai ya, sehingga mereka dengan bebas dan asyiknya ngobrol, ngerumpi bagaikan presenter acara infotainment. Dan kagetlah gue, ketika my aunti, berkata “Assalamuaalaikum Wr. Wb” Kemudian terdengar jawaban kompak dan suasana hening sejenak. Gue berpandangan ama my bude, sambil nanya dengan ekspresi sepolos-polosnya “Oh jadi ini lagi mau mulai?” ckckck matiin gue sekarang. Orang dikira udah selesai eh ternyata baru mau mulai. Gue jadi mikir itu sebenernya nanti acara inti berapa menit?
Nah dari sini gue mau ngajuin alasan mendasar mengapa gue agak-agak bergidik ama yang namanya kegiatan satu ini. Pertama kalau gak salah PKK itu singkatan dari Program Kesejahteraan Keluarga. Iye bukan? Tampar gue kalau salah! Biasanya sih emang diisi ama arisan, kemudian nyanyi-nyanyi dengan girang, biasanya ada pelatihan apa gitu. Tapi seberapa sering sih potensi dari PKK kek gitu bisa terlaksana? Gue mencoba menjawab pertanyaan mendasar gue. “Sebenernya nanti acara inti berapa menit?” jawabannya adalah sekian menit. Ya kali. Lagian setiap PKK itu, pasti diawali, diselingi, dan diakhiri dengan ngobrol ngalor ngidul.
Kedua, sorry bukannya gue skeptis, mohon maaf sebelumnya ibu-ibu PKK yang terhormat, kalau nanti kata-kata ane menyinggung perasaan emak-emak sekalian. Mohon maaf lahir batin, minal aidzin wal faidzin. PKK adalah forum yang paling asyik untuk menyebarkan gosip. Gue udah pegang gosip ter hot hari ini dan akan gue bahas ntar-ntaran. Ini satu alasan kuat, kenapa kalau di kampung gosip sekecil apapun akan menyebar seperti virus. Semua itu berkat jasa para kurir yang bekerja cukup efektif, efisien, dan berdaya jangka luas. Siapa lagi kalau bukan emak-emak. Gue jadi mikir kalau gue juga pernah jadi bahan perbincangan di antara mereka #mendadak pengen garuk-garuk tembok. Kalau udah kaya gini gimana keluarga bisa sejahtera? Yang ada, ntar kalau ada yang gak terima, bisa cakar-cakaran, panci, kuali, cobek, dan ulekan bisa saling melayang.
Ketiga, PKK jadi semacam media yang legal untuk topik-topik terhangat di lingkungan kampung. Sayangnya topik terhangat bukan seperti gimana bikin kampung bersih, gimana menanggulangi wabah penyakit, eh tapi justru lebih menarik topik kaya eh si A sakit ini. Oke kemudian tecetuslah ide untuk jenguk bersama #look good :p Eitts tunggu dulu, tunggu dulu… Jangan berbangga hati bisa jenguk orang sakit terus tercatat sebagai perbuatan terpuji. Selalu ada hal yang mengiringi, berawal dari bertanya sakit apa? Kok bisa sakit itu? Kabarnya begini begini ya? Eh kemarin denger-denger gitu jeng… Eh iya cyiin rumpita sari deh, orang-orang takuta gilingan padi, bo. Gosipa gosipi, dese begindang bla bla bla. Rumpik banget kan jadinya? Makanya gue sarain buat cewek-cewek, kalau pengen nemu tempat yang legal buat bergosip ditambah saling memberi semangat dalam bergosip, masuk aja ke PKK. Serius. Tahu sendirilah kalau emak-emak udah pada ngumpul, beuh gak ada seorang pun yang boleh ganggu.. -_-
Apa perlu gue bikin petisi, berisi, kembalikan lagi hakikat PKK di lingkungan kampung-kampung. Heran gue, tapi emang sih bukan cuman di PKK aja. Kadang ketemu di jalan aja misalnya, pasti deh langsung dilanjutkan dengan berbasa-basi yang bisa makan waktu selama berjam-jam. Gue sih gak masalah mau digosipin bijimane, yang penting gue masih punya biji (baca nilai (dalam bahasa Jawa biji berarti nilai) ngeles.com). Jadi please ya ibu-ibu, sistem PKK diperbaiki lagi, gak lucu dong kalau ada pelesetan PKK sebagai Pengen Know Keverything (sedikit kepeleset, tapi relevan). Hidup PKK, hidup rumpik. #eehh.. Kasihan lho jeng, yang digosipin, kalau kita jadi orang yang digosipin gimana? #sodorin tisu, persiapan kalau mau nangis.
For last statement I just wanna say, setiap dari kita selalu mudah untuk menggosipkan seseorang, namun kita juga tahu, bahwa setiap dari kita, adalah orang-orang yang sulit menerima gosip. Jangankan gosip, kritik dan masukan aja susah diterima :3

Home, 15 Maret 2014 0:32

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s