Bunga Terakhir


?????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Cinta adalah setangkai mawar dengan duri beracun. Dia yang meluka jari jemari dan kucurkan darah sampai ke hati. Cinta adalah residu dari kenangan yang membekas bertahun-tahun, kemudian berkarat dan tak mungkin terhapus. Cinta ini juga bunga terakhir, yang dengan tenang menyerbakkan wangi namun tak harus kusentuh. Rasa adalah tempat kematian paling tersembunyi di antara mereka yang bersembunyi. arti adalah dua kepak sayap burung yang jatuh kemudian patah tak mampu terbang.

Kau, merujuk pada orang yang aku sendiri tak tentu. Kau adalah inisial yang tak pernah terbicarakan di antara dialog-dialog keseharian. Dia yang tak mampu diingat orang dan tak dikenali, serupa bayang-bayang pada malam pekat. Dia yang namanya masih lekat, mengakar seperti pohon ribuan tahun bersemayam. Sedang aku, aku menjelma muslim kejawen yang terus memberimu jimat dan membakar dupa di antara kaki-kakimu, menaburkan kembang setaman yang menyengat dan tak lupa, segelas air suci yang kukumpulkan dari air mata. Sedang aku? Aku tetap di sini bersemayamkan tikar tanah, juga selimut dingin dari angin kehidupanmu yang beku.

Kau adalah, sebilah yang menghunus dua katub jantungku…

Karangmalang, 12 Maret 2014 15:29

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s