Aku Ingin Berteriak Seperti Putih Abu-Abu


Aaaaarrggghhhttt

Aaaaarrggghhhttt


Aku tak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi malam ini. Aku susah lelap, padahal besok pagi-pagi sekali aku sudah harus nongkrong di shelter TransJogja untuk menuju Stasiun Lempuyangan. Aku harus pulang kampung. Jujur ini menjengkelkan, karna aku sudah pasti tahu akhirnya. Aku akan melakukan perjalanan dengan perut mual dan kepala pusing, dengan ekspresi muka yang sangat pucat. God, semoga tak terjadi.
Tapi di antara ketidakbisaanku tidur, aku terlintas memoar masa lalu. Masa di mana putih abu-abu rasanya begitu menjengkelkan, namun kini kurindui. Aku ingat dulu aku sering menjadi pemimpin upacara atau paling tidak apel pagi. Maklum dulu aku adalah Ketua OSIS, meskipun bukan seorang ketua OSIS yang baik. Aku rindu untuk berteriak-teriak, disuruh senior waktu Pramuka. Aku benci Pramuka bahkan sampai sekarang, tapi jujur, aku tak benci untuk berteriak-teriak. Haha aku juga rindu berteriak-teriak, kepada yunior ketika pelantikan PMR, atau waktu MOS. Aku rindu memimpin apel pagi. Sekarang kusadari bahwa aku ingin mengulang kenangan itu berteriak sekeras mungkin, selama mungkin, sampai habis suara. Rasanya hidup begitu plong, ketika kita bisa mengeluarkan suara-suara kita. Memoar masa lalu terasa lebih indah. Aku kini berharap bisa kembali di lapangan sekolah, untuk menjajal seberapa keraskah suaraku saat ini masih tersisa, seberapa percaya dirikah aku untuk berbaris di depan orang banyak. Atau sekedar, seberapa bisakah aku membedakan antara siap grak dan tegap grak (sebagai mantan anggota paskibraka ini tentu menampar dan memalukan). Tapi jujur semua itu layaknya sudah terlalu lama dan jauh, ada banyak masalah yang datang silih berganti dan kebetulan saja malam ini kenangan itu hadir lagi.
Terdengar suara air berdesing dari heaterku, pasti sudah akan mendidih, aku hendak membikin susu dan memakan tiga lembar roti tawar pagi ini. Tiba-tiba aku sadar akan realitas. Tak ada gunanya mengingat kejayaan masa lalu. Tapi sekali lagi, aku ingin menjajal untuk berteriak lantang dan menghabiskan suaraku, karena dengan itu, mungkin habis pula beban dalam diriku. Semangat pagi semuanya 
Kost, 14 Maret 2014 4:54 am

2 responses to “Aku Ingin Berteriak Seperti Putih Abu-Abu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s