Fans Fanatik?


Berbicara mengenai fans, ngacung  siapa yang ngefans dengan seseorang? Ok, kalau di Indonesia, setidaknya saya mendapati beberapa artis yang memiliki fans base cukup besar, sebut saja NIC fans base milik Agnes Monica, lalu ada Vatinistic milik Fatin X-Factor, JKT 48, Cobow Junior, dll. Mereka boleh dikatakan sebagai fans berani mati, yang tidak segan-segan adu otot dan otak perang lawan fans artis lain.

Kalau saya ditanya, apa yang harus dilakukan oleh seorang fans fanatic? Apakah mengoleksi berbagai atribut milik dia? Perang di twitter, facebook, dan jejaring sosial lain untuk membela fans lain? Atau memonitor setiap gerak gerik dan perkembangan si artis, kalau perlu nguntit di belakangnya setiap waktu setiap saat? Ckckk setia sekali, mirip dengan Rexona. Kalau saya ditanya pertanyaan tersebut, maka jawaban saya cukup simple. Attitude. Bagaimana kita menjaga sikap supaya nama baik artis kita terjaga.

Dari beberapa fans yang saya amati, saya menilai bahwa fans adalah mata pisau, di satu sisi, fans memang kita butuhkan, namun di sisi lain tak jarang juga fans menjatuhkan. Kadang kita males bukan karena orangnya, namun kita males karena fansnya yang tak segan-segan membuli, mencaci maki, menghina dina orang lain hanya karena malah yang sepele.

Saya merasa bahwa tak perlulah kita berlebihan dalam menanggapi apapun yang melibatkan artis kita. Sebagai seorang artis memang sudah menjadi konsekuensi mendapatkan sorotan dari berbagai pihak, baik pro maupun kontra, baik positif atau negatif. Tak perlulah bersikap arogan, sombong, semena-mena, dan uneducated hanya karena satu persinggungan yang biasa saja. Kadang kita tidak sadar bahwa sikap kita yang garis keras itu justru kadang menimbulkan antipasti bagi orang yang sebenarnya berposisi netral. Jujur kadang dalam segi apapun, dalam bentuk kehidupan yang bagaimanapun, saya merasa muak ketika ada seseorang yang begitu mendewakan atau menuhankan sosok idolanya.

Kenapa sih kita tidak cara pandang dan tingkah kita sebagai fans yang lebih berpendidikan. (Kita? Saya bukan fans fanatic siapaun). Intinya kenapa kita tidak bersikap kalem saja menghadapi setiap hujatan yang datang, bersikap tebar senyum dan kebaikan kepada setiap kritik yang ada. Lagian kalau dipikir ulang, apa sih yang kita dapatkan, ketika kita ngefans dengan orang secara membabi buta? Apakah kita dapat penghasilan? Apakah kita nantinya bisa dekat dengan artis tersebut secara personal? Apakah kemudian artis bisa menghargai setiap usaha kita dengan sangat peduli? Atau sekedar, apakah dengan cara menjadi fans fanatik kita bisa hidup dengan lebih baik?

Come on, mulai sekarang menjadi fans yang cerdas, fans yang memiliki sopan santun dan kepribadian, fans yang berkualitas, yang tidak hanya menggonggong ketika diteriaki, yang tidak hanya ngamuk kalau pasungnya dilepas. Toh kalau kita jadi fans yang cerdas dan menyebar kebaikan, tidak akan ada salahnya kok, justru kita dapat mengangkat nama baik artis yang tersebut.

Rumah, 21 Janu 2014 1:50 pm

segitunya ya ngebet punya fans :)

segitunya ya ngebet punya fans🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s