Antara Aku dan Alunan


Dalam kisah kali ini aku hanya ingin menghindarkan bahasa gaul terlebih dahulu, sebab aku sedang ingin beromantika dan berpuisi. Kau tahu lagu? Music? Nada-nada? Alunan? Apapun itu. Aku tahu, karena aku menikmatinya setiap waktu. Adang aku membiarkan diri masuk ke dalam dunia yang benar-benar kosong hanya ada kita, tengah bercakap, sunyi, kemudian aku akan tersenyum, aau sedikit memburatkan warna merah pada mataku.

sumpah men gue galau mampus :(

sumpah men gue galau mampusšŸ˜¦

Aku bukan oang yang bisa memainkan alat music, aku juga tak bisa melantunkan lagu sekelas penyanyi professional, namun aku dimanapun tempat selalu menyenandngkannya, lirih dalam jiwa. Orang bilang, aku seperti tanpa teman, sebab sebuah headset menyumpal ria di telingaku. Aku akan berjalan dengan lincah seperti berada dalam runway ketika Try dari Pink mengalun keras-keras, atau Breakeven milik Samantha Jade. Aku keracunan pageant, mungkin. Tapi music pula yang membuatku percaya untuk ersenyum, berani menatap orang-orang kemudian berjalan lurus ke depan. Aku seolah memilih keasyikan di tengah-tengah kemurungan sekitar.

Aku bisa saja terus begini sambil membopong batako-batako ke belakang rumah, atau ketika aku mengeringkan pakaian, atau entahlah, aku rasa dimanapun aku berdiri di sana terdengar alunan music. Aku kdanag tak memperhatikan orang yang berjalan di sisiku, yang mengajakku ngobrol, atau sekedar mengajakku makan di bakaran pinggir jalan. Aku tak terlalu peduli, sebab kesendirian ini terlalu asyik untuk dilewatkan.

Suatu ketika Repvblik mengalunkan Sandiwara Cinta, tiba-tiba pula aku tak bergeming,menatap depan dengan kosong, dengan kekuatan yang aneh. Aneh sebab aku tanpa kekuatan. Ada beberapa hal yang tiba-tiba membuat sesak, kenangan jahanam, memori bangsat, atau mantan yang menjadikanku tak mudah melupa. Hidup memang sandiwara hanya supaya kau diterima, supaya kau dapat posisi, kemudian mencari hal lain yang lebih membahagiakan (degan sandiwara lain tentunya). Jujurlah sayang aku tak mengapa, biar smeua jelas tlah berbeda, jika nanti aku yang harus pergi, kuterima walau sakit hati. Sakit hati. Tapi pada akhirnya aku pergi juga.

Atau Bram yang dengan seolah tanpa dosa berdenging di telingaku mengirimkan makna cinta. Aku selalu bertanya-tanya apa makna cinta, asih sayang induk dan anaknya kah? Kasih sayang dua insane berbedakah? Betapa sempitnya, betapa kerdilnya makna cinta. Maka aku mengamini bagiandari liriknya yang lain. Selalu aku mencoba kuat, meskipun intro lagu ini, tib-tiba merobek entah bagian mana dari dadaku, aku menyukainya bahkan sejak aku belum tahu apa itu perempuan, apa itu laki-laki. Ketika aku masih sibuk dengan mainan di emperan. Aku kembali mengamini liriknya yang ini Ku trus mencoba tuk bertanya, walau kini ku terjerat cinta. Mungkin tak terjawab dengan kata, mungkin cinta hanya tuk dirasa. Aku sudah merasa, tapi meskipun mengamini, aku juga masihmenyimpan teka-teki, benarkah cinta juga melukai? Cinta betapa usangnya, itu dulu, ketika segalanya masih terasa nyaman untuk tersimpan di dada. Kadang aku kini ingin membuangnya, ke tempat pembuangan sampah akhir, namun itu terlalu kejam. Aku terkadang membutuhkannya, sungguh.

Atau suatu ketika aku dengan Agnes melantunkan Rapuh. Lagu jahanam itu sungguh selalu membuatku harus menyediakan waktu sejenak, menghayatinya sebentar, tapi ternyata pada ahirnya lama juga karena larut. Tuhan kumohon jangan lakukan itu, sebab kusayang dia, sebab kukasihi dia, seba kutak rela tak slalu bersama, kurapuh tanpa dia, seperti kehilangan arah. Karena lagu ini, pernah satu sepeda motor bernafsu melukaiku. Lagu kadang jahanam, tapi dia membuatku tak sendiri, maka tak perlu kalian menggunjing di belakang antara aku, lagu, dan headset. Sebab bisa jadi mereka-mereka jauh lebih setia menemaniku.

 

11:50 11 Jan 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s