Wisuda: Aku Single Fighter


Siang ini aku mencuci baju segambreng, nasi pun sudah kutanak. Karena lapar, mau tak mau aku keluar juga dari sarang seluas dua setengah kali tiga meter ini. Di luar masih gerimis besar hampir menyerupai hujan kecil. Tapi aku nekad saja, tak peduli orang-orang melihatku dengan aneh. Tapi sebenarnya dalam perjalanan menuju Taman Kuliner Karangmalang, perasaankulah yang cukup aneh. Ya… kenapa dengan serta merta jalanan kecil ini dipenuhi dengan mobil-mobil. Entahlah mungkin aku yang terlalu polos dan lugu, karena ini aku pantas untuk memaki diri sendiri. Ciihh..
Aku bahkan tak ingat kalau hari ini wisuda besar baru saja digelar. Wisuda? Mulutku hampir ternganga. Kata wisuda mendadak sedemikian sentimental bagi mahasiswa tua sepertiku. Sebetulnya aku belum terlalu tua, masih di semester tujuh dan akan aku akhiri sampai semester itu saja. Aku tak tahu, aku selalu merasa aneh ketika melihat jalanan itu penuh dengan mobil dan motor. Setiap kali prosesi wisuda.
Aku tak paham betul apa yang begitu menggembirakan dari sebuah ritual memakai toga? Aku juga tidak habis pikir, mengapa wisudawan atau keluarganya merasa perlu untuk membawa orang satu kampung ke dalam kompleks kampus. Apakah wisuda adalah satu selebrasi yang harus dilakukan se “wow” mungkin? Entahlah aku belum pernah merasakannya. Terserah kalau orang mau mengatakan aku nyinyir. Aku terima dengan senang hati, terima kasih.
Wisuda. Bagiku itu tidak lebih dari sekedar prosesi kamu sudah menyelesaikan satu hal, namun bukan hal yang lain. Itu sekedar bahwa kamu sudah menjalani satu tahap namun bukan tahap yang lain. Ini hanya semacam kamu sudah mengakhiri sesuatu tapi bukan mengakhiri sesuatu yang lain. Ini mungkin akhir tapi juga awal. Kadang aku heran, apakah dengan dirayakan sedemikian meriahnya, masa depan kita sudah terjamin baik? Apakah sesudah itu kita akan mendadak sukses hanya dengan sebuah ijasah perkuliahan? Memang aku tidak mengatakan bahwa mengenyam bangku pendidikan kurang lebih empat tahun itu adalah sesuatu yang mudah. Tidak sama sekali. Butuh perjuangan dan upaya melalui berbagai tantangan untuk sampai pada titik itu. Kadang diperlukan juga sejuta caci maki, korban perasaan, tangisan, dan juga lelah yang luar biasa. Namun apakah itu semua akhir kelelahan kita? Tidak kita baru saja terlahir dan akan memulai hidup yang baru. Lulus bangku perkuliahan artinya harus meloloskan diri dari orang tua. Bukan kabur. Tidak. Itu sesuatu yang lain, melainkan kamu harus bertanggung jawab atas dirimu sendiri (atau bahkan) bertanggung jawab atas masa depanmu, masa depan keluargamu, masa depan orangtuamu (yang saat ini bertanggung jawab atas hidupmu).
Membincang wisuda menjadi sesuatu yang tiba-tiba menggoreskan sebuah kesakitan baru. Bukan karena soal skripsiku yang terombang-ambing (semoga aku optimis bahwa itu bisa aku selesaikan sampai bulan Februari mendatang), bukan karena aku merasa tak siap bahwa nantinya aku tak memenuhi target. Bukan. Bukan sekedar itu wisuda menjadi sedemikian membuatku sedih. Aku teringat apa yang dikatakan ibu setiap kali aku meneleponnya, ini menyedihkan. Aku hanya ingin memahamkan bahwa, aku bahkan bisa dengan tegar berjalan sendirian di prosesi kelulusanku esok. Bahwa aku sudah sangat cukup bahagia kalau kedua orang tua dan adikku datang. Aku tak perlu prosesi lain, karena bagiku aku hanya perlu doa dan restu mereka atas masa depanku. Aku mungkin akan berbagi kebahagiaan, namun dengan cara dan jalanku sendiri. aku hanya ingin kelahiranku pada dunia yang sesungguhnya disambut dengan sederhana. Ya setidaknya aku tak perlu memenuhi kampus dan jalanan dengan membawa sebegitu banyak massa. Aku memang akan bertarung dengan hidup, sebagai single fighter, bukan sebagai peserta tawuran.
Ah aku menggila, aku bahkan sudah menghabiskan dua mangkok sup buah. Aku kenyang -_-

Gerimis Karangmalang 7 Des 2013 3:14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s