Ujian Skripsi is Fun


Sebagai mahasiswa tua, kami sering membincang skripsi, sering membincang wisuda, sering membincang bimbingan dan konsultasi proposal. Intinya kami merasa sok menjadi mahasiswa dengan rangkaian hidup yang mendebarkan. Kemarin beberapa hari yang lalu, kami bahkan baru saja berbincang mengkonyolkan diri.
Aku, Isma, Restu, dan siapa lagi lupa. Intinya kami merasa bahwa kami harus menenangkan diri dari segala bentuk kemungkinan buru. Sampailah kami pada satu pembahasan yang justru menjadi hal menyenangkan (dan itu efektif mengatasi ketegangan). Kami membincang ujian skripsi. Well, saat itu, kami sedang merevisi isi makalah presentasi. Aku yang memang tak ingin membuat segalanya menjadi menakutkan, akhirnya mengeluarkan pernyataan kontroversial. “Gimana ya kalau ujian skripsi itu bisa feathering,”
Sangat konyol itulah yang pertama kali kuraskaan, hahaha ini ujian skripsi wooeey lu pikir lagi presentasi makalah depan kelas. Kami hanya tertawa dan mulai mencoba-coba “Yeps… itulah latar belakang penyusunan skripsi ini, selanjutnya teman saya akan menjelaskan kajian teori. Kepada saudari blab la bla saya persilahkan” #senyum manis #posisi tangan melebar dengan gaya mempersilahkan. Tapi sebenernya ada yang lebih gila lagi, ketika lu ujian skripsi ala mc yang gaol geto “Itu tadi statement gue , selanjutnya kita bakalan ke BAB 2. Udah siap neehh? Yes… please welcome, temen gue yang cantik jelita, bakalan ngomong panjang lebar soal metodologi penelitian. Here it this… “ :3 Kalau ane jadi dosen pengujinya, punya mahasiswa kek gitu, langsung ane gaplok pake bakiak. Kalau nggak, gue bakalan manggil orang satu kampus buat ngegebukin mahasiswa yang lagi ujian skripsi kek gitu.
Gini ya, gue sih bukan bermaksud kurang ajar dengan menelurkan hal-hal konyol kek gitu. Tidak sama sekali. Gue sangat respect dan menjujung tinggi kode etik perguruan tinggi. Tapi gue di sini sebetulnya pengen menghadirkan sebuah solusi. Selama ini mahasiswa yang mau ujian skripsi (kabarnya ya, gue sih belum pernah), ngerasa pusing, mual, gak bisa tidur, resah, gelisah, gak enak makan, diserang keringat dingin, badan gemetar. Hal-hal yang serba tegang, horor, menakutkan, pokoknya gitu deh. Kalau bagi gue sih ya, ujian apapun itu mau ujian skripsi, ujian sekolah, ujian akhir, bahkan ujian hidup, yang paling diperlukan adalah kekuatan mental. Nah kalau mendengar kehororan ujian skripsi, mental seseorang udah down? Ini menyedihkan. Jadi dengan menganggap kalau ujian skripsi itu asyik, menyenangkan, fun, paling nggak secara mental mahasisw ayang mau ujian skrisi itu udah lebih siap. Dia bisa lebih menikmati moment-moment berharga yang akan menentukan kelulusannya. Ya bukan berarti nanti eksekusinya, mereka akan ujian skripsi secara duet dan alay. Ngimpi aja lo… Sekali lagi ini hanya cara membangun mental.
Oke sepertinya gue semakin menggila, gak peduli perut udah kenyang, tetep aja masukin makanan -_-
Kost Kenyang, 7 Des 2013 3:35

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s