Parno Kondom


Beberapa hari yang lalu guna memperingati hari AIDS sedunia, pemerintah melalui dinas kesehatan membagi-bagikan kondom gratis. Entah bagaimana ceritanya pembagian kondom gratis ini menuai banyak kritikan dari masyarakat (baik yang secara tulus menolak atau yang secara munafik menolak). Sarkasme ya? Yo ben/
Pembagian kondom ke kampus-kampus melahirkan adanya pro kontra. Masyarakat yang kontra menilai bahwasannya pembagian kondom gratis ke anak-anak muda merupakan wujud legalisasi perzinahan, haha perzinahan kok dilegalisasi. Sementara pihak yang pro mengatakan bahwa pembagian kondom gratis itu tidak perlu ditanggapi negative secara berlebihan, sebab efek negatif dari hal ini tergantung masing-masing individu (atau bisa jadi mereka berterima kasih merasa terfasilitasi).
Masyarakat kita adalah masyarakat yang paranoid dalam banyak hal. Termasuk soal kondom. Terserah orang mau bilang bahwa saya orang liberal. Tapi sesungguhnya, saya lebih setuju kalau masalah kondom sebenarnya tergantung pandangan personal. Kemarin saya membaca satu perumpamaan yang menggelitik. Kondom itu sebenarnya hampir sama kedudukannya dengan helm (fungsinya pun mirip😀 ) menganjurkan penggunaan kondom sama hukumnya dengan menganjurkan penggunaan helm. Orang diminta untuk menggunakan helm bukan untuk diminta kebut-kebutan dan melanggar lalu lintas bukan? Demikian juga kondom, orang diminta menggunakan kondom bukan serta merta diminta untuk melakukan hubungan seksual, melakukan perzinahan dan berbagai hal yang dituduhkan.
Saya rasa begini, membagi-bagikan kondom ke lingkungan universitas, ke tempat-tempat kuliah, ke anak muda memang bukan jalan yang tepat, bisa jadi itu memang akan memfasilitasi. Tapi pernahkah kita berpikir, kenapa pemerintah menyasar anak muda sebagai obyek program? Ya pasti karena selama ini yang melakukan seks bebas adalah kaum muda. Kenapa sih kita slelau memandang negative suatu hal? Kenapa sih kita tidak bisa berkaca dari apa yang sudah dilakukan pemerintah? Tindakan itu salah, tapi dengan tindakan pemerintah kita bisa menjadikannya sebagai bahan refleksi. Secara sederhana kita akan mencoba menarik kesimpulan. Kondom dbagikan untuk mengurangi bahasa penyebaran penyakit menular seksual, penyakit menular seksual terjadi karena adanya perilaku seksual. Anak muda dibagikan kondom, it’s mean, anak mudanya tukang ngeseks. Nah kembali ke awal saya katakan, bahwa pembagian kondom ini tergantung pada pemikiran personal, kalau kamu hobi seks bebas, tanpa diberi kondom pun akan melakukannya dengan senang hati dan semena-mena. Sebaliknya, kalau kamu memang punya beneteng yang kuat dari diri kalian, kalau dibagikan kondom paling hanya akan kalian tiup biar membesar, kemudian diisi dengan serpihan kertas dan diletuskan (jadi deh balon ulang tahun). Sebenarna posisi pemerintah juga serba salah, selama ini yang paling beresiko adalah anak muda, eh mau mengurangi resiko itu pemerintah juga dianggap salah.
Lantas muncul pendapat bahwa pemberian kondom hanyalah solusi instan yang bahkan tidak mampu memecahkan permasalahan. Orang-orang moralis ini bilang, bahwasannya yang perlu kita lakukan adalah memangkas akar permasalahan, yaitu membentengi kaum muda dengan iman dan kesadaran. Hmmm… bagi saya kalau sudah membincang permasalahan sampai pada titik ini, saya nyerah. Ini sama kasus, kalau kita mendapatkan permasalahan lantas kita mengatakan Tuhan.” Hai sekarng mari kita berpikir, sosialisasi tentang bahasa seks bebas itu sudah dilakukan sejak kapan sih? Sejak SMP dulu bahkan, guru-guru saya bilang “Nak, kalian kalau pacaran jangan kebablasan ya itu dosa, itu akan merugikan diri kalian sendiri, itu bla bla bla…” tak kurang berbusa-busanya lembaga pendidikan kita berkoar soal itu. Jadi intinya segala hal kembali ke personal. 
Sudah ya masalah kondom tidak perlu didebatkan, buat pemerintah, lain kali kalau mau bagiin kondom di lokalisasi saja jangan di kampus. Eh tapi itu artinya legalisasi lokalisasi dong? LoL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s