RIP Untuk Mereka yang Mati Muda


romy

romy

~ Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah berumur tua. Berbahagialah mereka yang mati muda. Makhluk kecil, kembalilah dari tiada ke tiada, berbahagialah dalam ketiadaanmu. ~
Setidaknya sepenggal pernyataan dari SOe Hok Gie itu mampu mencerminkan apa yang ingin saya katakana dalam tulisan ini. Baiklah, nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan, dengan tidak dilahirkan maka kita tidak perlu melihat carut marut dunia, tidak pernah merasakan sakit, serta tidak menangung dosa (mungkin). Yang kedua dilahirkan tapi mati muda. Setidaknya dengan mati muda orang tak akan melihat dunia yang lebih menyesakkan, realitas yang semakin bertubi-tubi, dan dosa yang semakin menggunung (mungkin). Dan yang tersial adalah berumur tua. Umur tua hanya akan membuat kita menghadapi realitas yang jauh lebih banyak, tanggung jawab yang lebih banyak, beban yang lebih banyak, tantangan yang lebih banyak, dan mungkin juga dosa yang semakin detiknya semakin banyak (betapapun kita selalu emncoba untuk berbuat baik). Semua ini hanya penjelasan atau alternatif penjelasan, mengapa Soe Hok Gie sampai hati mengeluarkan pernyataan yang mungkin akan membuat galau dan gundah gulana kaum tua.
Semalam saya dikejutkan dengan berita duka. Bukan teman saya, bukan keluarga saya, bahkan bukan saudara saya. Dia adalah orang yang saya kenal lewat internet. Dia adalah seorang public figure yang pernanh memubuat saya tercengang, meskipun dia tidak terlalu go publik. Dia seorang model asal Padang yang kemudian sempat menetap di Bandung. Ehm… bagi kalian pecinta pageant tentu kalian cukup mengenalnya, apalagi bagi kalian pecinta male pageant. Dia adalah Romy Fauzano, salah satu semi finalis LOTY tahun 2012.
He is charming, good looking (I think), athletis (of course he is semifinalis L-Men), popular enough. Tapi bukan itu yang ingin saya katakan. Terlepas dari segala bentuk kontroversi yang sempat singgah dalam hidupnya, saya ingin mengapresiasi dia yang tetap survive. Rest in peace, brada. Kalau kita lihat secara fisik, dia kelihatan sangat sehat,namun siapa sangka bahwa dia menderita kanker kelenjar otak (kalu tidak salah). Ini satu penyakit yang mudah sekali mengkontaminasi, dengan gejala yang tidak dapat ditebak sebelumnya (salah satu member menceritakan pengalamannya, bahwa dia tiba-tiba pingsan, dan koma selama satu minggu, untung Tuhan masih mengasihi nyawanya. Alhasil, selepas koma dia harus berobat jalan selama 6 bulan tanpa boleh telat mengkonsumsi obat. Dia menceritakan bahwa penyebabnya sangat mungkin karena paparan sinar matahari langsung. Jujur ini membuat saya scary. Mungkin next time, saya akan memakai syal, topi, kaca mata, dan masker ketika ke luar rumah #jangan bayangkan.
Balik lagi ke topik, wajah yang rupawan, fisik yang mengagumkan, bukanlah sesuatu yang seharusnya kita banggakan. Well, mungkin dengan kejadian ini Tuhan ingin memberikan pesannya, bahwa dengan kekuasaan yang Dia miliki segala sesuatu bisa terjadi. Bahwa fisik yang sanat bugar pun nyatanya bisa tumbuh sakit di dalam. Kematian muda seseorang memang kadang tidak kita sangka, namun Tuhan adalah pemegang prerogative keputusan. Mungkin kita juga tidak akan tahu kapan kita diambil, bertindak, berperilaku, bertingkah laku yang positiflah yang bisa kita lakukan. Hanya doa yang mungkin membuat kita lebih bisa memaknai hidup, bahwa semoga kita masih bisa mempertahankan aura positif itu sekalipun tiba-tiba kita dipanggil. Keep pray, sekali lagi RIP untuk Romy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s