Mengharap Kejutan? Who Are You?


Belajar dari pengalaman! Saya hanya ingin mengatakan, bahwa jangan terlalu berharap banyak di hari ulang tahunmu, apalagi harapan itu berupa kejutan dari seseorang. Jangan pernah..!
Ini dua puluh satu tahun saya hidup, itu artinya sudah lebih dari seperlima abad. Saya tak tahu, yang saya rasakan ketika melewati moment ini adalah kosong, sepi, sunyi. Yaps, no surprise, no party, to friend, no someone, nothing. Menjalani masa-masa seperti ini sendiri tanpa ada hal sentimental yang bisa membuat kita tersenyum? Yang membuat saya sedih, karena saya menyadari bahwa saya di Jogja, bukan di pedalaman antah berantah yang harus melewati berbagai rintangan untuk menemui saya. Well, saya sudah salah ketika saya berharap.

moment kesendirian yang berakhir narsis

moment kesendirian yang berakhir narsis

Saya hanya ingin mengatakan dan saya juga hanya ingin menenangkan diri. Kejutan hanya akan datang dari orang yang spesial buat kamu atau orang yang menganggap kamu spesial. Well, saya tidak memiliki orang yang spesial (dan itu menyedihkan). Serta tentu saja, tidak ada orang yang menganggap saya spesial, karena ditelusuri dari asal usul manapun, saya bukan siapa-siapa. Mungkin memang lebih baik untuk selamanya menjadi orang biasa, menjadi orang yang tak dikenal orang lain, menjadi bagian lain dari dunia ini. #Ironis.
Krena sebab saya bukan siapa-siapa lah bagi orang lain, maka saya juga tidak berhak dengan alasan apapun mengharapkan sesuatu dari orang lain. Maksud saya, ehm… mungkin sudah saatnya membuat kebahagiaan sendiri, kalau kita tidak bisa menerima atau mencari, maka sudah saatnya menciptakan kebahagiaan itu sendiri. Menjadi orang semacam ini bagi saya lebih bagus, sehingga ini tidak memberikan beban moral bagi saya untuk menganggap orang lain istimewa di kehidupan saya.
Saya percaya hidup itu Ying dan Yang, ada kepemilikan satu sama lain. Kalau saya tidak dimiliki, maka saya berhak untuk tidak memiliki apapun? Mungkin hal ini akan terkesan sangat egois, namun kenyataannya demikian. Kadang saya berpikir bahwa terlalu kekanak-kanakan mengharapkan kejutan di hari ulang tahun. Saya sudah berumur dua puluh satu tahun, dan itu bukan umur yang sedikit… Well, padahal yang saya harapan bukanlah suatu benda atau apapun itu, melainkan hanya kehadiran atau doa yang tulus (dari seseorang yang saya harapkan). Mungkin ulang tahun kali ini saya mengalami kekecewaan, tapi saya tahu dan sadar diri. Who I am?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s