Pencapaian Itu Sederhana


Biarlah saya adalah orang yang hanya banyak omong. Namun setidaknya dengan menulis saya sudah melakukan sesuatu, daripada tidak sama sekali. Sesuai judul, kita akan fokus. Pencapaian? Apakah pencapaian itu sebenarnya? Secara sederhana kita bisa saja mengartikan itu sebagai hasil yang dicapai oleh seseorang. Namun sayangnya sebagian orang terlalu mainstream dengan menganggap pencapaian harus sesuatu yang besar. Orang kalau ngomongin pencapaian pasti sesuatu yang wah, dalam karier misalnya orang baru bisa dikatakan melakukan pencapaian ketika dia sudah berada atau mendapatkan pekerjaan yang cukup bagus, dalam akademik misalnya orang baru bisa dikatakan melakukan pencapaian ketika dia sudah lulus kuliah dengan status cumlaude, lalu dalam sebuah hubungan, orang akan dikatakan melakukan pencapaian kalau dia sudah menikah dengan orang yang mapan kemudian memiliki anak.

Dari sana kita justru membentuk persepsi, bahwa betapa sulit dan beratnya melakukan pencapaian. Padahal, kalau kita kembali pada makna pencapaian yang sederhana, segala sesuatu bisa jadi sebuah pencapaian. Orang ketika siang hari berhasil menyetrika bajunya, orang berhasil mencuci bajunya sendiri itu sudah merupakan sebuah pencapaian. Tidak bisa dikatakan pencapaian kalau dia hanya diam saja, tidak melakukan apapun, atau kemudian hanya menyetorkan pakaian-pakaian tersebut ke laundry (nah sebenarnya untuk bisa ke tempat laundry pun memerlukan tekad, usaha dan pengorbanan, jadi ke tempat laundry pun sebenarnya merupakan pencapaian tersendiri). See? Betapa sebuah pencapaian itu begitu sederhana, untuk yang semester akhir, menyicil cari materi atau referensi untuk skripsi sambil facebookan, itu adalah pencapaian. Daripada tidur dan main-main tak jelas, kalian bisa menulis sesuatu, mungkin semacam curhat di blog, itu pencapaian juga lho.

???????????????????????????????Baiklah, sebagai closing statement, pencapaian itu bukan sesuatu yang eklusif, sebuah pencapaian besar terbentu karena adanya pencapaian-pencapaian yang kecil. Maka mulailah menyicil pencapaian-pencapaian kecil itu, untuk kemudian kalian atau kita gunungkan menjadi sebuah pencapaian besar. Orang tidak akan melihat dan seharusnya kita tidak perlu mempedulikan, perjuangan seperti apa yang kita lakukan guna mendapatkan pencapaian-pencapaian kecil. Yang orang perlu lihat hanyalah, hasil akumulasi itu semua, yaitu pencapaian yang spektakuler.

 

Okta Adetya, 3:29 am 23 Okt 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s