Pageant Sebagai Simbol Perdamaian


Gelaran Miss World sudah lumayan lama usai. Namun, banyak kesan masih tertinggal sampai sekarang. Saya masih sangat terkenang, bagaimana para kontestan dari sleuruh dunia bergandengan tangan, menyanyikan lagu Here We Are Indonesia. Saya masih tidak tahu, bagaimana ibu Liliana merombak total gelaran ini (proud). Dari gelaran berbikini, menjadi gelaran yang so Indonesia (with international taste, I think). Kembali ke lagu Here We Are Indonesia, inilah lirik lagu tersebut:

malam final Miss World diNusa Dua Bali,saat kontestan bersama menyanyikan Here We Are Indonesia

malam final Miss World diNusa Dua Bali,saat kontestan bersama menyanyikan Here We Are Indonesia

Indonesia, we are here just for you

Admiring the beauty of you alone

Together we are hand in hand for the world’s harmony

Here we are, Indonesia

Together we are all reaching for the success

We compliment in diversity

Together we stand here for caring and serving

Here we are, Indonesia We love you, dear Indonesia We are here, Indonesia

 

Kalau kita artikan secara acak (saya bukan orang yang pandai berbahasa Inggris), maka makna dari lirik tersebut kira-kira begini: Indonesia, kami di sini hanya untuk kamu, menghargai kecantikan darimu, bersama kita bergandengan tangan untuk perdamaian dunia, di sini kami, Indonesia. Bersama kami semua meraih kesuksesan, kami ucapkan salam di tengah perbedaan. Bersama, kami di sini berdiri untuk menghargai, di sini kami, Indonesia. Kami cinta kamu, Indonesia tersayang. Kami di sini, Indonesia.

Ketika saya menyanyikan lirik lagu ini, pertama kali yang saya ucapkan dalam hati adalah, wow. Lagu ini mengandung pesan yang sangat tersurat tentang perdamaian, bagaimana segala bentuk perbedaan ini lebur menjadi satu. Kita dapat melihat dengan jelas, bahwa kesan yang ada saat itu adalah rasa saling menghargai, pengedepanan persatuan di tengah perbedaan, sukses melalui jalan masing, dan pesan untuk saling mencintai serta menyayangi. Sebenarnya ada yang saya suka dari lagu ini, di mana ibu Liliana berhasil membuat mereka mau tidak mau mencintai Indonesia, membuat mereka mau tidak mau menjadi bagian dari negeri ini. Ingatan saya terlempar pada esensi dari Indonesia, berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Sebuah pesan perdamaian yang lebih universal, ditunjukkan ketika para kontestan menyanyikan lagu, Light the Passion, Share the Dream, yang merupakan soundtrack dari Miss World. Inilah salah satu petikan dari lagu tersebut:

Flame is the light, like a star in the sky
It will burn forever strong, and light the way for your and I
We wish upon the stars, that dreams will take us far
Hope and peace in the world we all belong

Love, love, love we will share together
Love, Love, forever we are one

One World one dream, let us share our hearts together
All as one, In a place where, We join in harmony
One world one dream, let us celebrate the powers of our heroes who’ll rise with strength and pride

Time and time again, they flexed their power spirit and glory
Win or lose they stood together high
Hearts and souls unite together, bring the worlds to love each other
Reach reach for the sky

“Kobaran adalah cahaya, seperti bintang di langit. Ini akan terus membakar, dan menjadi jalan cahaya untukmu dan untukku. Kita berharap nyala bintang, mimpi itu akan teraih. Harapan dan damai di dunia milik kita semua. Cinta,cinta,cinta kita akan bagikan bersama. Cinta, cinta, kita selalu satu. Satu dunia, satu mimpi, mari bagikan hati kita bersama. Semua satu, di suatu tempat di mana, kita menikmati kerukunan. Satu dunia satu mimpi, mari merayakan kekuatan pahlawan kita yang mana muncul dengan kekuatan dan kebanggaan. Waktu dan waktu lagi, mereka melenturkan kekuatan semangat mereka dan bangga. Menang atau kalah mereka berdiri tegak bersama. Hati dan jiwa menjadi satu, membawa dunia untuk mencintai satu sama lain. Meraih, meraih untuk langit” (sorry kalau terjemahannya terkesan memaksakan).

Kalau sepintas kita lihat, maka hampir seluruh bagian lirik tersebut menyampaikan pesan perdamaian. Kita juga tahu, kalau di Miss World khususnya, meskipun di sana ada kompetisi, meskipun di sana ada persaingan, meskipun di sana ada kekecewaan karena kalah, namun saya percaya bahwa mereka menyimpan semangat kekeluargaan. Saya memantau pada beberapa akun personal mereka, bahwa mereka sudah menjadi satu keluarga, ada satu solidaritas yang terbangun di sana, ada saling rindu yang sering mereka ungkapkan. Well, saya rasa Miss World lebih banyak memberikan satu dorongan persaudaraan dan kekeluargaan dibandingkan sisi kompetisi dan persaingan secara membabi buta.

Di sinilah pembahasan baru akan dimulai. Kalau melihat mereka mampu rukun, damai, berdampingan, berfoto tersenyum bersama, namun sayangnya tidak demikian dengan para pendukung. Pesan perdamaian yang sudah dijalani oleh semua kontestan luntur ketika melihat fanspage fanspage pageant yang isinya justru saling menjelakkan kontestan dari berbagai negara. Di kawasan Asia Tenggara khususnya, Philipina menjelma menjadi negara dengan fans paling fanatik. Mereka tak segan-segan membela wakilnya dengan membabi buta dan membashing kontestan dari negara lain. Fans dari negara ini juga terkesan sangat labil, mereka akan marah besar bila wakilnya gagal, sementara mereka akan menyanjung dengan gaya menjilat ketika perwakilan mereka berhasil. Sayangnya fans dari negara kita seringali terprovokasi. Ulah fans ini, untuk kawasan Asia Tenggara hampir bisa dipetakan, Philipina akan selalu menjadi musuh bebuyutan Thailand, juga Indonesia kadang-kadang. Sedangkan Malaysia yang biasanya mendapatkan kritikan keras dari Indonesia (kalau hal ini sebenarnya lebih condong ke sisi historis dan juga latar belakang negara tersebut yang sering klaim budaya Indonesia. Ulah mereka inilah yang mengundang sentimen pribadi dari masyarakat Indonesia). Yups Malaysia akan bersekutu dengan Philipina ketika mereka terpojok saat mneyerang Indonesia. Inilah potret buruk tingkah laku fans fanatik. Jangankan antar negara, antar pageant di Indonesia saja pun sering saling menjatuhkan dan menjelekkan. Sebut saja yang paling kentara adalah fans Miss Indonesia dan Puteri Indonesia. Padahal, kalau kita lihat lebih jauh keduanya adalah Indonesia representative in internasional pageant. Apa salahnya untuk saling mendukung? Inilah yang saya benci dari segala bentuk kefanatikan, membabi buta.

Kita akan melihat, kalau saja pesan yang ingin disampaikan ajang pageant mengenai perdamaian ini bisa diterima, maka betapa indahnya. 130 negara berdamai, saling menyatu, saling menghormati. Ah.. saya pikir pageant bisa menjadi ajang persatuan alternatif (dalam arti satu media untuk mewadahi persatuan antar negara), lembaga minor penggerak perdamaian selain PBB (sebagai official organization tentunya). Saya pikir, fans Indonesia mampu menjadi pionir dan penggerak perdamaian ini, biarlah fans negara lain melakukan bashing, mencaci maki wakil kita. Nasionalisme tidak harus ditunjukkan dengan cara yang negatif, saya kira, kita seharusnya justru menyebarkan cinta dan damai. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk yang ramah, tidak bar-bar, beradab, cerdas, dan tentunya bijaksana dalam menghadapi peperangan antara fans berani mati. Sebagai closing statement saya hanya ingin mengatakan bahwasannya, kita bisa menjadi garda terdepan, untuk menyebarkan pesan pageant yang sebenarnya, we will share love together, and we are one. Proud Indonesia

 

4:53 am           14 Okt 2013

2 responses to “Pageant Sebagai Simbol Perdamaian

  1. itu cuman lirik, pd kenyataannya banyak pihak yg memicu sebuah ketegangan, termasuk negara dimana tempat miss world dilahirkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s