Cinta Itu Sederhana


Saya masih ingat tanggal 12 Oktober merupakan salah satu hari yang melelahkan bagi saya. Sebenarnya tidak juga, kalau saja saya tidak merasa sebegitu sakit. Perjalanan maskam-Gamp[ing sudah terlalu menyiksa, dengan segala kepenuhan dan sesak yang sangat umum. Memang menjengkelkan, tapi sebenarnya kita banyak bisa belajar soal permasalahan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. And honestly, I love it. Di perjalanan ini aku juga mendapatkan hal lain, seorang pelajar SMA masuk, wajahnya jujur mengingatkanku pada mantan. Damn, kenapa sih wajah mantan muncul dimana-mana? Pasaran banget.

ini dia orang yang kita omongin

ini dia orang yang kita omongin

Untunglah, sampai di Gamping aku tak perlu menunggu lama. Sebuah bus Aman sudah menunggu dengan setia. Haha… aku selalu menikmati setiap moment di dalam bus ini, ya menurutku ini bus ekonomi dengan fasilitas rata-rata. Beruntung saja aku tidak menemukan bus ekrek ekrek J Di dalam bus itulah, sudah stand by seorang pengamen dan seorang penjaja koran. Tidak ada yang istimewa.

Sebagai tipikal orang yang tidak mau ribet saat ke luar, saya memilih bangku yang agak belakang. Bus berjalan, pengamen sudah menyanyikan beberapa lagu. Penjaja koran juga sudah selesai berkeliling di dalam bus. Tak saya sangka, wanita penjual koran tadi duduk di bangku samping saya (yang kebetulan masih kosong). Beberapa kali dia mengomentari sopir bus yang sedikit kencang melajukan kendaraan. Tak berapa lama, dia berbincang dengan pengamen tadi. Di bangkuyang seharusnya untuk dua orang itu, dengan meminta izin secara sopan si penjual koran, meminta saya untuk bergeser sedikit, memberikan sedikit ruang pada pengamen untuk duduk. Well, sampai di sini tidak ada yang spesial, karena sesama orang jalan, hal semacam itu sudah biasa. Mereka mulai mengobrol ke sana ke mari. Si wanita penjual koran tadi juga mulai meminjam gitar si pengamen, memainkan beberapa lagu cinta. Hahaa lumayan bagus suaranya. Tubuhnya yang gemuk, sekali-sekali bergerak. Dia juga berkomentar layaknya juri pencarian bakat, bahwa suara si pria kurang menghayati keika membawakan lagu. Aku ingin sekali ngakak.

“Mas, dekne ki bojoku lho (mas, dia itu suamiku lho, -red)” si perempuan tiba-tiba nyeletuk. Aku terkejut sebentar, menatap kedua orang itu, kemudian hening. Terlepas benar atau tidaknya apa yang dia katakan, yang jelas mereka memang cukup kompak, serasi, dan sedikit mesra. Haha… bus terus melaju. Sampai di terminal Wates, keduanya meminta izin untuk turun. Aku masih memandanginya, sampai bus kembali melaju, kedua orang itu masih berjalan bersama kemudian bergandengan, menyusuri pinggir jalan.

Ahh.. cinta itu sederhana. Hanya bagaimana kita bisa saling menerima keebihan dan kekurangan masing-masing, hanya bagaimana kita melihat satu dan lainnya sebagai anugrah Tuhan yang tak boleh disia-siakan. Cinta itu sederhana, tak akan melihat seberapa tinggi derajat dan kedudukanmu, seberapa maksimal tampangmu, seberapa kayanya kamu saat ini. Cinta itu seperti mereka, melalui hari-hari berdua, berjuang bersama, dan saling bergandengan tangan.  Cinta itu sederhana. Untuk apa kita cari yang so perfect kalau akhirnya menyakitkan. Untuk apa kita mencari yang maksimal kalau nantinya hanya sesaat, dua bulan misalnya #plaaakk. Untuk apa sih? Harus mencari yang banyak memiliki kelebihan, sedang kita bisa mencari mereka yang biasa dengan hati yang luar biasa. Tapi memang ya itu, cinta harus saling menerima, cinta harus saling menjaga, cinta itu tidak hanya bisa sebelah tangan. Tidak akan pernah bisa. Realitasnya, cinta itu memang harus saling memiliki. Omong kosong, dengan cinta yang tidak saling memiliki, itu hanya cinta bertepuk sebelah tangan, itu hanya ungkapan dari mereka yang ingin menghibur diri karena sakit oleh cinta. Ya cinta memang selalu menghadirkan segala yang istimewa dalam kehidupan, cinta adalah teka teki, tempat kita mempertanyakan, kemudian tenggelam di dalamnya. Ahh… terlalu pagi untuk membincang masalah cinta.

 

1:06 am 14 Okt 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s