Ocehan Tentang Kaum Caciis


Di pagi yang dingin ini aku akan mengoceh tentang hidup. Tentang anak-anak yang sudah semakin liar, semakin fasih mencaci dan memaki. Jejaring facebook seperti tempat doa baru bagi generasi-generasi muda setengah matang. Aku tak tahu bagaimana manusia-manusia yang menasbihkan dirinya terdidik menjelma menjadi mulut-mulut kotor dengan mengungkapkan berbagai macam umpatan daerah, serta ribuan nama-nama hewan.

Aku gagal paham tentang keadaan ini. Mungkin, karena aku tak tumbuh dan berkembang menjadi sedemikian mereka. Mungkin, karena aku masih mengenal kata tabu dalam sebuah kamus hidup. Aku tak tahu bagaimana perempuan-perempuan belia menjelma dan bertransformasi menjadi seorang makhluk-makhluk jalang tak mengenal etika dan adab. Mungkin memang dunianya sudah berubah, mungkin memang itulah trend dari sebuah zaman yang kian lama kian tak kumengerti. Aku hanya seorang dari miliaran manusia yang bermukim di muka bumi ini. Perubahan bergerak menjadi sedemikian  cepat, bahkan tentang usia yang kadang tak kusadari.

Aku masih berbicara tentang pengenyam bangku-bangku sekolah itu, bangku-bangku yang diklaim oleh para menteri mampu mencerdaskan sebuah kehidupan bangsa. Bangku-bangku yang selama ini dikultuskan, karena dianggap mampu mendidik manusia menjadi makhluk baik atau bahkan sesekali menjadi terlihat baik. Sampah. Ketika mereka dijejali dan fasih beretorika dengan teori-teori, sementara cara bersopan santun saja mereka lupa. Maaf, pagi-pagi aku sudah membincang mengenai sampah. Namun jujur, tak guna sekolah formal setinggi langit, pada lembaga-lembaga yang juga diklaim bonafit, unggulan, favorit, menerima ISO. Segala terasa omong kosong dan penuh topeng.

Pagi ini aku benar-benar hanya mengoceh, menumpahkan kekesalan pada mereka yang nantinya memegang tampuk kepemimpinan bangsa ini. Merasakan miris sendiri atau semacamnya, tampaknya tak terlalu adil. Aku ingin perenungan kolektif atas sebuah permasalahan yang membenturkan antara lingkungan dan edukasi, aku ingin peninjauan kembali sebuah pemikiran, tentang gagalnya terbentuknya mental seseorang. Tentang kerisauan atas segala bentuk sinisme, sarkasme yang kerap terlontar dari mulut-mulut mungil anak Adam.

Pagi ini aku benar-benar hanya mengoceh….

Cold Village, 5:55 AM 7 Agust 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s