Puasa 19 Juli


Rasanya sudah terlalu lama aku tidak menulis. Kesibukanku harus membuatku menelan mentah-mentah segala bentuk pelampiasan akan hidup. Mungkin hari ini aku akan menceritakan banyak hal, mungkin aku akan menceritakan segala hal yang aku alami selama tiga hari ini. Ya tiga hari ini. Ya sekitar itulah.

Rabu kemarin, adalah penutupan MOS di sekolah. Aku yang tidak guna ini, karena tidak melakukan pendampingan apapun saat MOS seperti kehilangan muka, ketika hari terakhir pada upacara penutupan kami, smeua mahasiswa KKN PPL diminta untuk ikut serta. Jeng jeng…

Tibalah saat evaluasi, yang mana SPK (Penegak Kedisiplinan) menggojlok habis-habisan wali zona. Argghht terlalu drama, entah mengapa aku merasa sudah sangat lama tak menikmati moment-moment di mana ada seorang nyolot ke orang lain. Upacara penutupan ini diakhiri dengan beberapa tangisan yang jatuh. Ah tangisan, video kenangan perjalanan selama MOS, backsound yang sudah mirip ESQ. ingatan melayang jauh-jauh ke masa-masa masih Berjaya menjadi seorang senior. Entah mengapa, hidup terasa sedemikian tua. Sepertinya baru kemarin saja mengharu biru pada masa-masa MOS, dibentak, dimaki-maki, disuruh ini itu. Selang satu tahun, segalanya berganti, selama tiga tahun berturut-turut aku jadi bagian yang membentak, cepat dhe, lari dhe, bla bla bla. Haha bahkan ketika aku sudah lulus dari SMA dan melanjutkan kuliah, aku masih sering membuat siswa baru di sekolah menangis. Tentu dengan pendekatan yang berbeda.

Tapi sudah lupakan saja soal bentakan-entakan itu, aku baru menyadari bahwa watu berjalan maat sangat cepat. Aku kangen kenangan-kenangan, aku kangen smeua yang perah aku lakukan, bahkan aku akngen dihukum push up sekian kali pagi-pagi buta. Aku kangen mengayuh sepeda sekencang-kencangya, melewati hamparan persawahan, merasakan udara dingin, dan kadang merasa sangat modis dengan mantel. Aku kangen semuanya. Ahh.. lupakan kenangan memang membuat kita amat sangat melankolis. Ah aku galau lagi…

Kamis, kami tak melakukan apapun hanya ada aktivitas rutin, yang aku sendiri bahkan sudah lupa, apa yang terjadi kemarin hari..

Hari ini hari Jumat, aku sungguh mengantuk keterlaluan. Aku masih juga disibukkan dengan RPP dari kurikulum 2013 yang tidak jelas juntrungnya. Aku tak tahu apa tujuannya pemerintah melaksanakan sesuatu yang belum siap dilaksanakan. Ah tak heran pendidikan mencetak manusia-manusia yang digalaukan. Biarlah aku sudah bosan dengan yang namanya salah mensalahkan. Tak ada lain. Jalani saja. Tapi ada yang lebih sial lagi hari ini, ya sesuatu yang hanya membuatku tersenyum. Aku salat Jumat di Masjid Agung Purworejo degan jumlah jamaah yang bejibum itu. Akhir salat, aku kelimpungan mencari sandal, oh sandal, kalau di kampus selalu kehilangan sandal di PKM< sekarang saya kehilangan sandal di tempat suci, masjid. Keji… ada seseorang nyolong, auuhh puasa-puasa, di masjid pula, kober-kobernya -_- .tapi yasudahlah, mau dicolong juga ikhlas saja, mungkin dia memang tidak mampu membeli sandal..

Akhirnya inilah cerita yang tadinya kujanjikan panjang, tapi sudahlah, aku ngantuk, aku juga sebenarnya dalam lubuk hatiyang ingin dalam, hendak berhasrat mencuci pakaian selama satu minggu yang numpuk di dalam lemariku -_-

Boarding House, 4:34 PM 19 Juli 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s