Pengabdian di Bulan Puasa


It’s about my activity two last day.

Senin, mungkin menjadi hari yang sangat melelahkan, bagaimana tidak. Aku pulang dari kampus nyaris jam setengah tiga. Berdiskusi dengan young generation of GAMMA, GADING, dan KIR.  Ceritanya aku menganggap sekolah ini, seperti almamater ku dulu. Menjadi aktivis sekolah hehe…  namuns egala bentuk kelelahan itu tidak cukup sampai di sini. Karena belum sampai aku beristirahat di kost dengan secepat kilat, aku harus berangkat mengajar drama di salah satu sekolah dasar di daerah Pangenjurutengah. Haha ini lebih menguras emosi, aku bahkan tak tahu bagaimana menghadapi anak-anak kelas 5 SD yang masih sangat bocah di mataku. Aku bahkan tidak tahu bagaimana menjalin komunikasi secara gamblang dengan mereka, karena aku tahu bahwa mereka pasti tidak akan mengerti dengan ocehanku yang terbiasa dengan dialektika dan diskusi ala kampus. Tapi petakanya bukan di sini, aku baru menyadari bahwa anak-anak yang akan kami ajak bermain-main, nyatanya adlah anak-anak hiperaktif yang tidak pada tempatnya. Aku sampai pukul di sana, jam 15. 40, terlambat 10 menit. Bayangkan, bahkan di sana, aku tak melihat sebiji anakpun #keji.

sedang mengajar drama

sedang mengajar drama

Sekalinya ada anak, mereka datang sekitar pukul 16.00, mereka terlambat lebih dari setengah jam dari perjanjian. Sulitnya adalah, kami bahkan tidak bisa mengkondisikan dengan anak yang berlari ketika didekati. Lebih parah lagi ketika menyadari bahwa mereka sama sekali kurang sopan santunnya, mereka adalah bocah-bocah korban media. Pendidik mana yang tak tertampar, ketika kalian tanya, mereka  justru menjawab masalah buat loh? Kasih tahu gak yaaa? -_- aku tak tahu. I give up. Mereka yang tak terdidik dengan baik, atau jaman memang sudah sedemikian adanya. Sebenarnya kalau kita meruntut kejadian ini lebih dalam, kita tidak dapat menyalahkan bocah-bocah piyik yang masih polo situ begitu saja. Bagaimanapun juga seorang bocah memang selalu melakukan imitasi dan identifikasi terhadap apa yang dilakukan manusia dewasa. Inilah yang sebenarnya menjadi koreksi dan menimbulkan keprihatinan di antara kita.

Well, intinya beberapa materi yang seharusnya kami sampaikan pada pertemuan itu, nyatanya sama sekali meleset dari target. Bagaimana mungkin kalian akan memberikan materi, terhadap anak-anak yang tak siap menerimanya? Yang diajak berkomunikasi secara baik pun sudah tidak bisa? Respon yang muncul juga respon negative. Akhirnya kami hanya bertidakjelas ria, memancing mereka untuk bercerita dan blab la bla… hari ini memang benar-benar melelahkan.

Ini hari Selasa, sepertinya saya lebih payah darihari kemarin, aku bahka tak tahu ada seorang guru masuk ke base camp memberikan pengarahan. Parahnya, aku tertidur dengan tanpa dosa. Sialnya lagi, tak ada satupun anak yang berusaha membangunkanku. Ini adalah sangat keji untuk dibahas lebih lanjut.

Hari ini seperti hari kemarin juga, aku harus mengajar drama, hanya saja untuk siswa sekolah dasar ang berbeda. Aku masih sempat menyiratkan pesimisme, mengingat kacaunya hari kemarin. Aku benar-benar lelah, namun sudah siap dnegan kemungkinan terburuk. Namun, berbeda dnegan hari kemarin, hari ini aku sudah melihat beberapa gadis kecil duduk di pelataran ruang guru berbincang-bincang dan tertawa. Mereka kutanyai dan menjawab dnegan sopan. Wah firasat baik nih. Beberapa waktu kemudian, seorang guru datang untuk membukakan kelas bagi kami. Benar saja, di kelas ini kami mendapatkan banyak progress, untuk satu kali pertemuan, kami sudah mempelajari pemanasan, olah sukma, olah nafas, olah vocal, bermain peran, sharing cerita. Hahaha memang mungkin Tuhan sedang membisikkan kepadaku untuk tidak pesimistis dengan segala hal yang belum dihadapi.

Ini sedikit mengobati kekecewaanku hari kemarin.

Kami pulang sdah sangat larut, pukul lima sore lebih, maka kami langsung menuju kost salah satu teman PPL. Kami mengadakan buka bersama. Jujur saja uka bersama kali ini kami puas makan, buktinya, kami masih sempat untuk membawa banyak sisa ke kost sebagai menu sahur. Haha aku jadi teringat ibu di rumah. I love you, mom.

 

Boarding House, 2:16 AM 24 Juli 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s