Puasa Hari Ketiga


12 Juli 2013
Menghadapi kesialan itu hanya perlu dengan senyum. Sekarang bukan lagi senyum, aku bahkan sambil cengar cengir. Dalam hidup, kadang kita memang harus benar-benar beradaptasi dengan apapun itu. Kita seringkali menghadapi sesuatu yang baru sampai-sampai harus merasakan kesialan-kesialan baru, entah karena berbagai kebodohan kita atau sesuatu di luar itu.
Cerita ini melanjutkan soal cerita aku berbuka puasa di jam nyaris jam 7. Ketika anak-anak sudah akan berangkat tarawih, aku justru baru memesan makanan. Keji. Pulang ke kost, sudah ada dua temanku di sana. Ehm… yang bagian ini tak penting dibahas. Melanjutkan tadi sore juga, aku membaca beberapa materi kelas X pada kurikulum 2013 melalui buku teks yang dibuat oleh teman sekelasku sendiri. Yuhu…buku yang sukses membuatku tertidur, dengan buku masih ada dalam tanganku. Keren sekali kan? Tapi ini menjadi soal yang tak penting, karena belum sampai pada drama sebelumnya. Pukul 03.49 aku terbangun, sebenarnya ini sama sekali tidak menjadi soal, kalau saja ini bukan bulan puasa. Hahaha di sinilah letak kekejiannya. Aku menatap jam dengan melotot, dalam hati ngomong “Whaattttt?? Hampir jam 4? Ciyuss? Miapah?” ups ketahuan alay deh. Tapi aku masih mampu menjaga sikap untuk elegan di depan Tuhan, tanpa dendam tanpa kedongkolan, aku menenteng sikat dan odol ke kamar mandi. Sudah aku sikatan. Udah gak ada waktu lagi buat sahur, sekali lagi sudah tak ada waktu lagi buat sahur. Sahurku adalah membuka laptop dan membuka Ms Word. Tapi sampai di sini pun belum terlalu drama, ada yang lebih drama lagi soalnya. Seorang temanku menanyakan apakah aku sudah sahur, ehm aku cuekin aja deh, haha… pura-pura kaga baca sms. Keji.
Perkiraanku imsak itu pukul 04.00. eng ing eng, bukannya langsung cari makan atau menu sahur atau minum atau apalah, aku justru cengar-cengir menuliskan kisah ini. Sangat kejinya lagi adalah satu kenyataan atau realitas yang membuat aku benar-benar nyesek, dan jatuh sedalam-dalamnya. Pukul 4.25 an, terdengar sirine meraung-raung, tanda waktu imsak telah tiba. Kulirik jam di pojok kiri bawah laptopku. Dalam hati berkata “Haaahh?😮 baru imsaak? Demi apaaa?” inilh ketika aku nyesek, tapi ya tak terlampau juga. Aku ingat dulu masa-masa ketika aku SD, aku selalu menolak untuk dibangunkan, menolak untuk makan, karena bagiku menuruti hasrat untuk tidur lebih kuat. Aku biasa hanya minum segelas air susu saja dan sudah itu lebih dari cukup sampai sore. Sekarang kejadian ini minus minum susunya terulang karena sebuah kesalahan teknis. Puasa hari ketiga, kesabaran diuji oleh Tuhan. Tapi aku yakin pula, Tuhan menjaga orang-orang yang berpuasa. Dua hari ini saya keren sangat…
Hanya saya, air di bak mandi, dan Tuhan yang tahu 

Boarding House, 4:31 AM 12 Juli 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s