Belajar dari Bank


Aku pernah ceritakan pada catatan yang lalu-lalu, tentang rekening yang harus dipindahkan ke Bank yang lain. Singkat cerita, siang ini aku melakukannya. Seperti biasa, aku selalu terkesan dengan apa yang kutemui di bank. Bukan karena aku dari desa yang jauh dari peradaban tentunya, karena bank hanya beberapa meter dari rumahku. Aku suka bank, karena banyak sekali pelajaran yang bisa diambil.

Pertama, kita akan menyadari bahwa bank adalah tempat dimana kita bisa bertertib ria. Lihat saja, setiap bank selalu menyediakan kartu antrian, itupun sangat terorganisir dengan baik. Ada kartu antrian untuk melayani pengambilan dan penarikan saldo, ada kartu antrian yang dikhusus-kan bagi nasabah yang ingin melakukan konsultasi atau memberikan keluhan pada customer service, biasanya untuk beberapa bank kecil customer servise merangkap tugas sebagai front office.

Kebanyakan pelayan atau katakanlah customer service bank, dipilih orang dengan penampilan menarik, seperti yang melayaniku siang ini. Dengan balutan kemeja dinas dan rok pendek, perempuan yang kutaksir berumur sekitar dua puluh empat tahun ini terlihat cantik, juga seksi tentunya. Make up nya minimalis dengan senyum yang selalu menghiasi wajah. Sebagai seorang wanita karier gayanya cupuk simple dan casual (padahal aku tak paham gaya casual itu semacam apa).saking ramahnya aku sering curiga kalau customer service itu tukang gossip dengan nasabah, lihat saja mereka akan melayani dengan sangat detail dan lama sekali, bisa-bisa customer service yang hanya dtugaskan untuk menangani masalah perbankan beralih profesi menjadi pendengar curhat atau konsultan rumah tangga.

Tapi agak kurang menyenangkan, ketika samping kita adaah nasabah yang pendiam, sementara kita adalah orang yang seumuran. Bisa bayangkan tidak sih, kalau lima jam kemudian keadaan masih tetap sama, krik krik krik.. intinya kira-kira seperti itulah yang aku rasakan siang itu. Di sampingku duduk seorang mahasiswa, dari kaos yang digunakan aku tahu dia anak Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Benar-benar suasana sangat sepi, dia sibuk dengan siamnya,s edang aku sibuk melihat-lihat sekeliling, seperti orang linglung.

Akan tetapi hal paling menarik saat itu adalah ketika aku melihat seorang wanita yang sudah berumur dengan dandanan yang menurutku berlebihan (kalau menaksir usianya sih). Beliau berpose dengan sangat pedenya di depan tempat pengambilan formulir penyetoran, seorang anak kecil mungkin masih balita, menenteng ponsel berkamera dan langsung membidik pose (neneknya mungkin). Ingin aku tertawa,di tempat umum seperti ini, di sebuah ruangan bank, aku pikir berpose sedemikian percaya dirinya adalah sangat tidak tepat. Teryata wanita-wanita berumur sekarang ini juga memiliki sifat narsistik tinggi, melebihi anak-anak muda. Ya meskipun aku sendiri termasuk orang yang sangat narsis dan sering jepret-jepret, namun setidaknya aku masih memperhatikan tempat dan waktu serta kondisi saat itu.

Well, terakhir tentang bank mungkin, aku paling senang dengan satpam bank. Jangan terlau dipikirkan secara negative. Namun menurutku, satpam bank itu istimewa, hehe.. mereka cenderung lebih ramah dan sopan dibandingkan dengan satpam pada sebuah perusahaan atau kantor-kantor pemerintahan. Mereka akan berdiri di belakang pintu. Belum sampai kita mencapai muka pintu, mereka sudah akan membukakan dan tersenyum, sambil mengatakan “Selamat siang, ada yang bisa saya bantu” lantas dia akan mengantarkan kita ke tujuan, membimbing dan memberikan informasi secukupnya sampai jelas. Setelah kita selesaipun, mereka akan melakukan hal yang sama tersenyum, mengangguk, membukakan pintu dan mengucapkan terima kasih. Ah betapa bahagianya bila semua aparat di negeri ini seperti satpam bank.

Baiklah itulah goresanku pada hati ini. Hal kecil yangs eringkali kita abaikan, bisa jadi sangat bermakna bila kita melihat dari kaca mata yang lebih jernih serta luas J haduh tangan udah pegel mainan barbell nih, selamat malam guys, malam ini aku akan mencuci pakaian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s