Cerita di 1 Mei 2013


Baiklah, selepas hari kemarin sudah kubersihkan sarang laba-laba dan juga mengusir para gelandangan yang tidur di halaman, sekarang saatnya aku membuka bulan Mei dengan semangat yang mungkin membuncah. Kau akan menyaksikan perjalananku hari ini..
Awal bulan seharusnya bisa diawalli dengan hal yang positif. Namun tampaknya hal itu masih jauh panggang dari api. Setelah begadang semalaman karena membuat cerita untuk kalian, aku terbangun kesiangan. Hal keji yang seringkali aku lakukan dan berharap bisa kuubah. Hari ini sebenarnya kuliah dimulai pada pukul, tujuh tepat, namun aku baru menginjakkan kaki keluar kamar sekitar pukul setengah delapan. Kalau saja yang akan mengajarku pagi ini adalah dosen killer maka tak bisa diberi ampun lagi, terlambat setengah jam.
Namun mulutku hanya bisa menganga seperti ikan koi, ketika mendapati kelas hanya berisi segelintir manusia-manusia yang bercanda. Waktu terus saja berjalan, menit demi menit berlalu, jarum jam di tangan meginjak angka delapan. Lewat dari itu delapan seperempat. Kami mulai kasak kusuk, keterlambatan tanpa konfirmasi yang sudah sangat keterlaluan, maka, dengan aklamasi kami menyatakan dosen tidak akan datang. Maka bubarlah kami seperti laron-laron kala pagi menjelang.
Aku tengah sibuk bergosip kala itu, dengan kepala tertidur di meja dosen. Yang jelas aku lupa, entah gossip jahaam apa yang tengah kami perbincangkan. Satu dua detik terdengar langkah aki seseorng, eng ing eng dan dosen pun muncul. Kami yang lebih dari satu jam menunggu langsung kelabakan, jaringan informasi kelas kami langsung menyebarkan pesan berantai bahwa kuliah segera dimulai. Betapa mengantuknya aku, dan aku sukses terantuk-antuk sebagaimana biasanya.
Kulaih selesai ketika kami perkumpulan mahasiswa penggantung hidup dari negara harus mengurus perpindahan rekening bank di rektorat. Entah, apa dasar dari dipindahkannya rekening-rekening kami ini. Mungkin sebagian dari kami ada yang melakukan kecurangan, mungkin bank terlalu repot dengan urusan-urusa kami, atau alas an-alsan klasik yang kami tak perlu tahu. Malam sesudah itu perdebatan di dalam grup pun terjadi. Sedang aku? Aku menanggapinya dengan dingin saja, karena sebenarnya memang selama ini aku hanya mengandalkan uang negara, namun bukan berarti aku tak berusaha untuk mencari pemasukan yang lian. Well, aku tak terlalu merasa kiamat dunia, karena bagiku materi bukan sesuatu yang merisaukan, meski tak munafik bahwa itu dalah hal yang penting dalam hidup.
Oke, kembali lagi kepada persoalan setelah segala hajat di rektorat selesai. Kami digalaukan dengan kuliah lain yang mau tak mau harus kami jalani, dua kali presentasi untuk hari ini. Well, bapak membimbing kami sebentar, karena fakultas tengah punya hajat. Sedang kami akhirnya dilepas, menjadi ikan-ikan liar yang berenang dalam akuarium. Segala proses terasa kilat, tak sampai dua jam segalanya usai. Kami berjingkat-jingkat, mempersiapkan dengan segala patriotisme dan nasionalisme kelas, agenda futsal cewek. Pertandingan pertama kami menang tipis 1-0, itu pun dengan adu pinalti. Sekarang dengan pertandingan edua ini kami menang ketat 2-1. Tak rugi juga kuberikan dukungan dengan berteriak. Dalam hidup adang dukungan tak cukup hanya diberikan dengan berbisik, sebab dengan teriakan orang akan mendengar, orang akan menoleh, dan orang menjadi berkeyakinan.
Rutinitas hari ini tak berbeda jauh dengan hari kemarin, setelah tenggorokan dikeringkan dengan teriak-teriak. Perpustakaan pusat menjadi tujuan utama, aku kembali ditenggelamkan oleh tesis-tesis yang jumlahnya uluhan. Hari ini aku berhasil melahap enam di antaranya, setidanya dengan membaca aku semakin paham, setidaknya degan tugas seacam ini aku pernah menginjakkan kaki di perpustakaan yang dana pengadaan bukunya bermasalah. Kami kembali bergila ria, merasakan bahagia yang sangat sederhana, tertawa dengan tertahan padahal terbahak-bahak ketika mendengar dinding perpustakaan bergetar oleh suara sound system yang akan digunakan untuk peringatan Hardiknas. Sekali lagi bahagia itu sederhana, hanya tinggal bagaimana hidup kita jalani  bahkan ketika kita mengerjakan tugas yang sebenarnya mendtanagkan keluhan, tangan pegal, tak kunjung selesai, materi yang tak terpahami, teman yang terus usil mengganggu.
Ah namun hari ini setidaknya masih ada sedikit waktu untuk istirahat, ya tak seperti hari lalu yang sama sekali tak bisa tidur, (meskipun hari ini pun aku akan sama sekali tak bisa tidur) well, selmat istirahat para teman, selamat hari buruh sedunia, mungkin aku tak akan membahas soal buruh sekarang, aka nada waktu yang lebih luang untuk memperbincangkannya secara panjang lebar 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s