Preteers Bicara Ngangkang


Belakangan masyarakat kita, khususnya yang berjenis kelamin perempuan sedang gonjang-ganjing, dengan wacana Perda yang membahas ngangkang. Wacana ini digulirkan oleh pemerintah daerah Aceh. Tak jelas akar permasalahan yang menyebabkan peraturan ini diwacanakan.

Ngomong-ngomong soal ngangkang nih, apa sih yang salah sebenernya dari ngangkang? Apakah perempuan yang bonceng motor dengan gaya ngangkang identik sebagai cewek gak bener? Ebuseeh nih bahas perda malah kek bahas cerita-cerita di situs dewasa. Oke kembali ke jalan yang benar. Kalau memang iya betapa piciknya. Apakah ngangkang itu menjadi hak milik mutlak para cowok? Please deh.

Well kalau memang ngangkang itu tidak diperbolehkan pasti ada alasan yang kuat dan cukup urgent, sehingga harus dibikin perda. Emang siapa sih yang mengharamkan cewek ngangkang? Toh ngangkang juga dalam konteks dan situasi yang tepat, bukan situasi yang salah sambil mendesah. Sekali lagi siapa yang mengharamkan? Tuhan Yang Maha Esa? Kitab? Mungkin saya yang awam ini boleh dapat penjembrengan dalil yang dimaksud. Saya paham kok Aceh itu Serambi Mekah, namun bukan berarti masalah ngangkang jadi urusan pemerintah juga. zzZZzz…

Mungkin kecenderungan masyarakat kita masih patrilinear, kecuali daerah-daerah tertentu yang berpaham matrilinear. Ini tulisan sebenarnya ditujukan kepada para kaum gendris (sebutan saya untuk orang-orang yang punya mainstream negatih dalam hal gender). Menurut ane nih, ngangkang tuh kagak ada masalah. Seriusss… itu kan cuman posisi duduk. Kecuali kalau ngangkang sambil “buka stand’, ngangkang pas make roknya anak TK< baru itu kaga boleh. Kalau pakaian masih rapet, tertutup, mau ngangkang kek gimana, sepanjang itu ngangkangnya waar ya gak masalah.

Saya pribadi nih, bukannya mau ngebela si kaum hawa, namun pada realitasnya, bonceng ngangang itu lebih save, baik untuk yang dibonceng maupun yang mbonceng. Kenapa? Karena posisinya lebih seimbang, apalagi buat cewek. Lagian urusan kek gini ngapain diperbesar? Mending ngurusin pejabat-pejabat yang pada ngangkangin rakyat. Gak hanya ngangkangin, bahkan kadang ngencingin rakyat lewat kelakuan-kelakuan mereka. Nah baru deh kalau ini haram jadah..

Ehm… saran ane,, itu penerapan berbusana udah bagus, yaudah masalah posisi kaga usah dimasalahin, mau nyimplek kek, mau ngangkang kek. Itu sangat-sangat wajar, yang gak wajar itu kalau berdiri *gethok, ape kayang *siram bensin terus dibakar. Pemerintah daerah maksimalin aja kerja prioritas, pembangunan, dll, lebih bermanfaat buat rakyat.

Dah deh capek gue nyinyir soal kebijakan blunder. Gue mau ngangkang dulu… Byeh,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s