Celoteh Pagi Lelah


Well, aku kembali tidak tidur. Bukan karena aku tidak ingin, namun apalah daya segala bentuk tugas minta dikerjakan. Aku bukannya tidak pernah sakit, bahkan aku sering sakit. Namun siapa yang peduli kalau aku sakit, emmangnya aku sakit itu penting untuk dipikirkan. Baiklah aku tidak akan membahas soal sakit, arena aku juga benci sakit. Kendati, dengan sakit aku memiliki kesempatan untuk beristirahat. Namun, aku sudah berjanji kepada ibu untuk belajar dengan benar, untuk selalu bekerja keras mewujudkan impian.

Yah katakanlah seperti pagi ini, aku sedang tidak ingin becengeng ria, hanya sekedar ingi bergumam. Aku juur lelah, namun siapa harus dadui. Ah tak ada hanya ruahku ini yang sepi setia dan selalu terbuka inilah tempat aku mengungkapkan apapun. Yeah tugas membuat term of reference dari organisasi yang harus segera aku selesaikan, dnegan waktu yang mendadak. Nanti siang akan ada rapat, setidaknya aku sebagai koordinator acara harus sudah membawa progress. Belum lagi laporan salah satu tugas mata kuiah yang seharusnya bukan menjadi tanggung jawabku, terpaksa aku harus ambil alih. Alasannya simpel, anak lain belum mengerjakan tugas yang harus dikumpul pagi ini, sedangkan aku sudah. Kadang aku berpikir, apakah tugas lain menjadi legitimasi seseorang untuk mangkir dari tanggung jawab? Toh kita sama-sama mempunyai tugas. Bukannya aku tidak mau bantu, tapi aku pikir, sudah terlalu sama-sama kami dewasa, tahu porsi.

Lepas dari itu, aku juga harus menghandle beberapa tugas lain, padahal aku sampai kost baru pukul 12 malam lepas. Aku tidak mengeluh, aku juga tidak merasa dirugikan. Toh dengan aku mengerjakan banyak hal, kan aku sendiri yang dapat ilmunya, sedangkan mereka? Entahlah mungkin dapat nilai nantinya. Aku sednag tidak mengeluh, satu-satunya yang kusesali adalah aku harus kehilangan waktu istirahat. Ibu, maafkan anakmu yang telah mangkir dari janji. Semua karena tugas dan kewajiban. Tapi percayalah, tugas ini yang akan membuat anakmu mendapatkan nilai plus. Meskipun bukan nilai dari dosen, meskipun bukan nilai dari teman lain, melainkan nilai dari paa ang aku kerjakan.

Kadang aku berpikir untuk berlaku sama dengan teman-teman yang lain. Ada tugas magkir, ada tugas copas, ada tugas njiplak, ada tugas, la la la .. tapi nyatanya aku tidak bisa. Bukan karena sok suci, namun dunia mengajarkanku untuk hidup penuh dnegan berpikir dan bekerja, bukan menjadi pecundang bagi orang yang lain. Terima kasih untuk segala permasalahan yang sudah dibebankan kepada saya, terima kasih untuk segala bentuk tanggung jawab yang harus saya gendong, terima kasih untuk sesuatu yang seharusnya tidak saya tanggung. Sebagai pribadi, itu membuat saya jauh-jauh lebih kuat. Sekali lagi terima kasih, mungkin menunaikan shalat subhuh lebih baik. Ah ngomongin sholat jadi galau, inget pesan ibu untuk terus dekat dnegan Allah dan jangan lupa sadaqah. Amin.. doain aja bundo anakmu di rantau ini, mampu menjadi apa yang bundo inginkan. Dang deng ding dong, cetar cetar yeah alarm ku dnegan berisik berbunyi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s