Resensi Anjing Bagus “Haris Effendi Thahar”


Judul                          : Anjing Bagus

Nama Pengarang      : Harris Effendi Thahar

Penerbit                      : Penerbit Buku Kompas

Tahun                         : 2005

Cetakan                      : pertama, September 2005

Jumlah halaman        : 140 halaman

Isi:

v  Anjing Bagus

v  Goyang

v  Kebulatan Tekad

v  Kopi Pahit

v  Kredit Macet

v  Kuitansi dari Panti

v  Lelaki yang Kubenci

v  Menunggu Putra Reformasi

v  Murtadin dan Istrinya

v  Oknum

v  Orang Besar

v  Romli Tidak Pernah Pulang

v  Sup Buntut

v  Tamu Den

v  Tikus Gudang

v  Alamat Terakhir

Sinopsis cerpen Anjing Bagus:

Sudah lama Syarif ingin berhenti menjadi ketua RT. Di Kompleks Nyiur Melambai Indah itu. Dia memang dikenal sebagai orang yang jujur serta alim. Dia seorang guru SD, juga tukang perabot kecil-kecilan. Menjadi ketua RT pun itu dia lakukan dengan ikhlas, tidak meminta upah.

Suatu hari dia menghadiri rapat manunggal. Selesai rapat dia membuat surat undangan untuk disebar. Maka dimintanya Zaki dan Zaman, dua anaknya untuk mengantar. Namun, karena si sulung Zaman belum pulang, maka sementara ini yang mengantar adalah Zaki. Syarif sangat bersyukur memiliki anak yang penurut. Namun , tidak berapa lama terdengar tangisan Zaki. Ternyata dia sudah dibopong Pak Ismet, tetangganya. Paha kiri Zaki mengucur darah, kata Ismet, anak itu digigit anjing Pak Bagus.

Mereka segera membawa ke rumah sakit, namun Pak Ismet mengusulkankalau anjing yang menggigit ikut dibawa serta, takut kalau rabies. Pak Bagus sendiri adalah orang yang individual, dia kurang respek dengan lingkungan. Dia seorang yang kaya raya. Akhirnya sampai juga pak RT di tempat Pak Bagus untuk membawa anjingnya. Dia ditemui oleh Nyonya Bagus. Nyonya Bagus sendiri sebenarnya sudah tahu apa yang terjadi dengan anak Pak Syarif, namun dia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.

Hal ini membuat Pak Syarif marah. Apalagi Nyonya Bagus sesumbar kalau anjingnya tak mungkin sakit karena mendapatkan perawatan dan makanan mahal. Hal ini membuat Pak Syarif ngamuk, namun para tetangga mampu menenangkannya. Alhasil Zaki di bawa ke rumah sakit, dan urusan dengan Pak Bagus dilnjutkan setelah pulang dari rumah sakit, ditemani oleh Pak Ismed.

Pak Syarif sendiri sebenarnya sangat geram. Dia bekerja ekstra untuk masyarakat, namun masyarakat seolah tak menghargainya. Ketika sampai d rumah Pak Bagus, sikap Pak Bagus bahkan lebih menjengkelkan dari istrinya. Dia mengatakan bahwa anjingnya anjing mahal, yang imuniasinya belum kadaluwarsa. Dia juga mengatakan bahwa makanan untuk anjingnya lebih mahal dibandingkan makanan untuk Zaki. Hal ini benar-benar membuat Pak Syarif marah besar dan ngamuk, dia mengangkat kursi dan membantingnya ke kaca jendela.  Hal ini membuat para tetangga terkejut dan segera berkerumun, untuk sekedar menenangkan pak Syarif atau hanya ingin tahu apa yang terjadi. Sementara itu, Pak Bagus menelepon polisi.

Fakta Cerita

Alur Cerita

Alur cerita yang dipakai dalam cerpen ini adalah alur maju. Hal ini dapat kita ketahui dari runtutan peristiwanya yang kronologis. Dimulai dari pengenalan jati diri tokoh dan latar belakang cerita, kemudian terjadilah konflik yang menyebabkan anak Pak Syarif digigit anjing Pak Bagus, keadaan memburuk karena tingkah sombong Pak Bagus. Cerita diakhiri dengan kemarahan Pak Syarif.

Tokoh dan Penokohan

Nyonya dan Pak Bagus

  • Dissosalisasi. Hal ini terbukti pada petikan “……yang jarang dipanggil Pak Raden oleh orang-orang sekelilingnya (kecuali Pak Bagus saja), memang kurang bergaul dengan masyarakat sekelilingnya. Pagar besi rumahnya melebihi tinggi yang diizinkan oleh dinas perizinan tata kota…..”
  • Acuh tak acuh. Ini dapat dibuktikan, bahwa keluarga Bagus tidak peduli dengan suara klason mobilnya yang sering mengganggu para tetangga.
  • Sombong. Hal ini terlihat dari ara mereka membangga-banggakan anjing mereka di hadapa Pak Syarif dan menghina keuarga Pak Syarif, dengan menyebut bahwa makanan anjing itu lebih mahal dibandingkan makanan untuk Zaki.

Pak Syarif

  • Jujur dan alim. Hal ini terlihat dalam petikan “Dan bagi masyarakat Kompleks Nyiur Melambai Indah itu, Syarif dikenal sebagai orang yang jujur dan alim.
  • Tulus. Hal ini terbukti, meskipun dia tak mendapatkan gaji dari menjadi ketua RT, dia tetap bertanggung jawab menjalankan tugas-tugasnya.
  • Mudah marah. Ini ditunjukkan dalam petikan “Ingin ia segera membunuh anjing harder yang telah melukai putranya dan hatinya sendiri”

Latar

Latar Tempat

  • Kompleks Nyiur Melambai Indah. Hal ini terbukti dari petikan berikut “Dan bagi masyaraat Kompleks Nyiur Melambai Indah itu, Syarif dikenal sebagai orang yang jujur serta alim”
  • Rumah Sakit. Hal ini terbukti dari petikan berikut “Kaki Zaki yang digigit anjing Bagus itu sedang dijahit di gawat darurat. Semua urusan di gawat darurat itu diurus oleh Ismet, tetangga Syarif”. Selain itu juga terdapat dalam petikan “Langit mulai gelap ketika mobil Ismet meninggalkan rumah sakit menuju kompleks perumahan Nyiur Melambai Indah di ujung kota”.

Latar Waktu

  • Siang hari. Hal ini terbukti pada petikan “Siang itu Syarif terpaksa meninggalkan murid-muridnya karena mendadak ada undangan rapat manunggal di kelurahan”
  • Senja. Hal ini terlihat dalam petikan “Langit mulai gelap ketika mobil Ismet meninggalkan rumah sakit meuju kompleks Nyiur Melambai Indah di ujung kota”

Latar Sosial

Latar sosial yang mendasari cerita ini adalah masyarakat di kompleks perumahan, yang notabene memiliki kepekaan yang rendah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s