Memilih itu….


Kita pernah mengatakan tentang apa itu yang disebut cinta pertama, seperti sesuatu yang orang bilang tidak akan pernah dilupakan, meskipun  mungkin ada satu dua atau tiga atau berjuta sosok yang hadir. Kadang beberapa di antara kita tidak peduli lagi tentang apa itu yang disebut dengan rasa atau bahkan perasaan, yang ada, satu hal yang diingat adalah masa lalu, ada banyak orang dengan berbagai latar belakang atau juga motif kemudian mendewakan semacam perasaan terpenjara cinta pertama.

Entahlah, hadir sebagai sosok yang kesekian dalam kehidupan seseorang, kadang membuat kita sama saja seperti terpenjara pada suatu keadaan yang tidak menguntungkan, namun itulah yang disebut dengan suatu kodrat hati. Ada beberapa di antara kita yang kemudian mempertahankan seperti dia mempertahankan nyawa, namun ada beberapa lain yang kemudian memilih mundur selangkah demi selangkah. Tak ada yang salah dengan kedua langkah tersebut, tak ada keputusan yang tanpa resiko, keduanya mengandung resiko, semacam patah hati, atau hati yang sakit, atau ya. Well ehm peasaan tidak suka, cemburu, atau bahkan dalam taraf yang sangat parah akan menjad hancur.

Mempertahankan perasasaan yang seperti terlukai akan membuat kita menjadi tersandera. Apapun itu, sekuat apapun jiwa yang kita miliki, manusia saya rasa memiliki keterbatasan untuk menerima apa-apa yang dia tidak suka. Bukan keputusan mudah untuk memilih keputusan ini, karena kau pasti pernah atau mungkin sudah usai mengalaminya, aku tahu.

Tapi ketika kau memilih untuk mundur juga bukan perkara yang mudah, kau tahu mundur berarti meninggalkan. Meninggalkan belum tentu meninggalkan sesuatu yang kita benci melainkan meninggalkan sesuatu yang mungkin sangat berharga dalam hidup kita, namun tak ada pilihan, mundur bukan suatu perkara dosa, melainkan mundur suatu bentuk keputusan yang dirasa tidak akan melukai diri sendiri, itu sebuah keputusan yang logis daripada mempertahankan sesuatu yang seakan-akan tampak namun tidak kita miliki, ya….

 

Kurasa ini hanya sepenggal cerita dari sekilas malam minggu, yang entah mengapa bak liku inspirasi untuk menuliskannya, thanks untuk seseorang yang benar-benar telah menginspirasi pembuatan cerita tiba-tiba malam ini. Tak lain dan tak bukan adalah ah…. hanya ada dalam pikiranku saja J

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s