Di Pagi


Di hari yang sepagi ini bahkan aku belum sempat untuk mengutarakan kata-kata, langit mendadak hujan. aku terkapar bersamanya, dan tak ada yang peduli. Sudah biasa.

Di pagi yang semendung ini, sama saja dengan hatiku, sia-sia saja menekuri malam-malam yang menjengahkan. Tak ada yang menolongku

Di waktu yang menyeruakkan rintik-rintik gerimis, di angin yang menghembuskan dingin

aku bertanya soal sesuatu

tak terjawab

Di udara yang menyelimutkan gigil, aku menggali tanda tanya

tak ada yang kutemukan,

karena kami pun sama terdiam

Tak akan pernah ada jembatan dari jarak yang kita ciptakan

Tak kan pernah ada

karena satu dari dua hanya memiliki secarik ego untuk dipahami sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s