Pendidik (Dosen, Guru, atau Whatever) Menyebalkan, Pendidikan Gagal


ini hanya sekedar ilustrasiHello, nih masalah yang berat aku buat menjadi ringan saja lah. oke langsung fokus ke topik permasalahan. Ehm.. *berpikir dulu deh, mau ngangkat topik ini tuh sebenernya kontroversial, namun aku pikir bagus juga untuk kita renungkan bersama.Pernah gak sih ngerasa punya guru atau dosen, yah sebut saja pendidik yang nyebelin buat kamu? entah itu dari karakter beliau, kebiasaan beliau, cara ngajar beliau, atau komunikasi beliau? Jawab jujur, awas aja kalau gak ngaku bakalan jerawatan :D :D , yang jelas kalau kamu bilang kagak ada, ketahuan banget kalau kamu tuh bokiiis (ih bahasanya jijay banget sih). Sepinter apapun kamu, secerdas apapun kamu, sejenius apapun kamu, pasti ada minimal satu guru di negeri Indonesia tercinta kita ini yang nyebelin buat kamu. Whatever kalau kamu bilang nyebelin itu subyektif, tapi pasti ada deh penilaian nyebelin yang obyektif. Kalau gak percaya longok aja ke kelas-kelas, tanya kepada mereka? Eh si dosen anu atau si dosen inu itu gimana sih? wah dia itu nyebelin bla bla bla, kalau jawabannya serupa tuh anak2 kelas, berarti penilaian mereka obyektif dong? mereka memandang dosen tersebut dengan penilaian yang sama. cocok.Kalau kita menilik pada 4 kompetensi pendidik, maka kita akan menemui keempat kompetensi itu, yaitu pedagogik, kepribadian, profesional, dan juga ehm apa yakk, lupa. oh iya satunya lagi sosial (hasil googling di internet :D ). oke seorang yang memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tapi mereka tak mempunyai kompetensi kepribadian dan sosial, maka hasilnya nol besar. *ah ngomong apa, yang konkrit saja lebih bagus... :)
Salah satu contoh, pendidik yang dianggap menyebalkan oleh didikannya, maka tentu ada yang salah dengan pendidik tersebut, so jangan ngotot dan malah mencerca murid habis-habisan, melainkan intropeksi diri, apa sih yang salah dengan saya? mungkin cara mengajarnya, mungkin perilakunya, mungkin cara berkomunikasinya dengan didikan, mungkin juga... yah ada banyak sekali kemungkinan. Namun yang pasti pendidik yang tidak disenangi oleh didikannya, tentu dia bermasalah.
Semakin panas... !!!
Baik analisis lebih jauh, lantas apa hubungannya dengan pendidikan yang gagal? Percayalah bahwa ketika kita killer atau menyebalkan di depan anak-anak, kemudian mereka segan di depan kita, JELAS itu BUKAN SEGAN melainkan TAKUT SESAAT. Satu lagi hal, bahwa PASTI mereka akan menggunjing di belakang dengan sikap nyinyir mereka yang menjengkelkan *nulis blog termasuk menggunjing yang nyiyir bukan yah? (eits... tunggu dulu saya menulis ini bukan karena nyinyir melainkan prihatin terhadap pendidik maupun didikannya).
Tugas pendidik apa sih? tentu saja mendidik dan mentransfer ilmu. Namun bagaimana mungkin ilmu dapat tertransfer dengan baik, kalau begitu dosen masuk, mood mahasiswa langsung berantakan. atau bagaimana mungkin pendidik mengajarkan kepribadian kalau siswanya saja kemudian nyelethuk "itu guru punya kepribadian gak sih?", atau bagaimana mungkin seorang dosen mampu mencetak pendidik yang berkarakter kalau mahasiswa masih menanyakan "Apakah bapak/ibu dosen kita tercinta ini dulu tidak pernah diajari psikologi pendidikan ya?". Ngomong-ngomong pendidikan karakter, jadi in gat betapa negara ini terasa galau dengan embel-embel pendidikan berkarakter. Karakter itu tak perlu dilisankan, melainkan cukup diperlihatkan dalam tindakan konkrit. Ingin mengkarakterkan peserta didik? longok dulu, apakah pendidiknya uga sudah berkarakter? Jangan-jangan ini hanya slogan yang seperti pepesan kosong.
Maaf sekali bukan bermaksud mendiskreditkan orang-orang intelektual yang berpendidikan, namun jujur saja, banyak kasus yang dialami teman-teman memperlihatkan bahwasannya semakin tinggi pendidikan seseorang maka pola pikir mereka menjadi semakin rumit. Mereka berkomunikasi dengan cara mereka sendiri *terkadang juga tidak mempedulikan komunikan. teman-teman mahasiswa sepakat? lanjuuut.. Seharusnya semakin tinggi pendidikan seseorang maka, akan semakin mudah ntuk mereka beradaptasi dengan lingkungan, mereka lebih berpengalaman dalam hal mendapatkan pendidik yang mungkin menyebalkan itu tadi. Sehingga, mereka tidak akan bertransformasi menjadi pendidik yang menyebalkan pula, kalau itu terjadi maka ibaratnya kita kalah dengan pisang, apa artinya? Pisang saja tidak akan mengulangi kesalahan yang kedua kalinya (kalau berbuah bisa disebut kesalahan).
So, marilah berlomba-lomba menjadi pendidik yang menyenangkan, karena pendidik yang menyenangkan adalah pahlawan masa kini. Bayangkan saja, kalau anak didik kita merindukan kita setiap saat dan haus akan ilmu yang kita berikan. Betapa dunia pendidikan negeri ini akan semakin berkembang, karena anak didik ada semangat dan motivasi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Sebaliknya, dengan bersifat "menentang" kemauan anak didik, maka bersiap-siap saja dunia pendidikan negeri ini stagnan atau bahkan mengalami kemunduran. Karena untuk menuntut ilmu saja, peserta didik sudah merasa risih dengan pentransfer ilmu.
Perlu ditegaskan di sini, menyenangkan bukan berarti meninggalkan ketegasan, menyenangkan bukan berarti mengabaikan kedisplinan, menyenangkan bukan berarti menjadikan kita pendidik yang penjilat yang mengharuskan kita memberi nilai A pada mahasiswa. TIDAAK... Namun pendidik yang menyenangkan hanya perlu diwujudkan dari sikap dan tingkah laku kita dalam mengajar, menyenangkan bisa didapat hanya dengan memberikan kenyamanan kepada peserta didik. Menyitir kata-kata ajaib yang ada dalam film "I'am Not Stupid, Too", bahwa dalam kehidupan ini, kita membutuhkan KUNCI. Nah apa yang diperlukan oleh seorang pendidik? Apa kuncinya? Tentu saja menyelami kehidupan mereka, mempelajari psikologi mereka, dan mencoba MENGHARGAI MEREKA sebagai orang yang BUTUH BIMBINGAN, BUKAN AJARAN....

2 responses to “Pendidik (Dosen, Guru, atau Whatever) Menyebalkan, Pendidikan Gagal

    • terima kasih atas apresiasinya, saya pikir ini akan memancing semacam sentimen untuk mereka para pendidik, namun saya pikir ini penting untuk mengubah pola pikir kita bersama mengenai pendidik dan peserta didik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s