Resensi Novel di Balik Jeruji Idealisme


Novel Di Balik Jeruji Idealisme ini menceritakan seorang anak laki-laki, bernama Hardi, yang sering terlibat kasus dengan anak lain. Bukan karena dia nakal, namun lebih karena dia mempunyai idealisme yang kuat, serta pandangan-pandangan hidup, yang membuat dia harus terkungkung dalam wilayahnya sendiri.
Keadaan semakin tidak menyenangkan ketika dia harus terlibat kasus dengan anak kepala sekolah. Kalau ditilik dengan kejadiannya, Hardi tidaklah bersalah, namun karena dia sudah muak dengan kepalsuan-kepalsuan yang ada di sekolah tersebut, dia memilih untuk keluar sebelum dikeluarkan. Toh dia sudah tahu, kepala sekolah itu jauh lebih memihak anaknya sendiri, daripada pihak yang benar.
Dorongan rasa bersalah, dan tak ingin pengeluaran atas dirinya itu diketahui oleh ibu yang menaruh harapan besar kepadanya, membuat dia berpikir untuk pergi saja, melalang entah kemana. Pada suatu malam itulah dia meninggalkan ibunya. Hingga petualangan tak sengaja itu, mendamparkan dirinya ke daratan Jakarta, menempa nyalinya oleh peristiwa-peristiwa besar yang nyaris menghilangkan nyawanya itu.
Terbebas dari semua bahaya, dia bertemu dengan seorang anak kecil, gelandangan lebih tepatnya. Bernama Rudi. Dan insiden banjir, kemudian membawanya bertemu dengan Dana, peimpin anggota rahasia, yang membantu polisi mengungkap segala macam kasus-kasus kriminal. Dari situlah Hardi mulai menemukan kebahagiaan, paling tidak secara materi dia tidak kekurangan.
Tapi ternyata kebahagiaan itu adalah awal dari masa yang lebih berat, ketika orang-orang terdekatnya di intel dot com, nama organisasi itu, meninggal dalam beberapa penyerbuanya di camp-camp penjahat, begitupun ibunya, temannya.
Setelah Dana meninggal, dia menggantikan posisi sebagai pemimpin. Dari situ dia teringat pesan ibu sebelum wafat. Untuk melakukan hal yang berguna. Hardi mulai berpikir, kini saatnya dia melaksanakan perintah itu. Dia mulai membangun masjid. Namun kemudian di akhir cerita, dia meninggal bersamaan dengan jadinya masjid tersebut, wasiat itu telah tuntas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s