Antologi Puisi Ziarah (Buku 2) oleh Marjuddin Suaeb


Puisi-puisi dalam antologi Ziarah (buku 2) ini terkesan serupa dengan buku pertama, hanya saja pada buku kedua ini kata Ziarah benar-benar dipakai untuk sebuah judul puisi, bahkan dijadikan judul untuk 2 fragmen puisi sekaligus. Ada 25 judul puisi yang tertulis di 18 lembar halaman. Dari segi tema, kita mampu melihat bahwa agaknya Marjuddin Suaeb hendak bermain-main dengan petualangan, ini terlihat dari karya-karyanya yang bagai fragmen-fragmen perjalanan.
Galau, resah, kegelisahan, nampak menjadi komoditi menarik bagi para penyair dan pujangga. Hal ini terbukti, ketika Suaeb un terjangkiti virus tersebut. Ada satu larik yang menarik soal kebimbangan, dalam puisi berjudul Di Sebuah Persimpangan Di Sebuah Kota ya. Begitulah, begitu saja/saat tiba dan kutemu potret diri/menatap langit yang menganga/ menganut kuasanya yang menunggu.
Dalam membuat batasan tentang ziarah pun, Suaeb melukiskannya dengan dua penggambaran berbeda namun sinkron, di awal dia melukiskan dengan judul Ziarah II aa yang menjaga/pada saatnya sempat menjala/antara batas kita bicara/bait usia pun tersimpan/d sini, di dekat nisan/getar lain pun tersimpan. Lantas dalam Ziarah I dia melukiskan begini sepipun merongga, menunggu siapa saja/dan pada nisan/ada seribu bayang yang kan purba/lalu kau siapa/menjelma-jelma memburu kemana saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s