Antologi Puisi “Suara-Suara” oleh Nanang R.Supriyatin


Puisi Nanang S.Supriyatin dalam antologi puisi Suara-Suara merupakan puisi-puisi pendek yang menyingkap perasaan galau pengarang. Diterbitkan oleh Yayasan Sastra Kita Jakarta, pada tahun 1985. Terdiri dari 60 puisi yang tertulis di 66 halaman. Secara makna Nanang banyak menghadirkan puisi-puisi yang bersifat abstrak dan sulit untuk dipahami, terutama pada puisi-puisi awal. Dia juga mencoba menghairkan pengulangan yang menegaskan pada beberapa sajak, contohnya saja pada puisi yang berjudul Sajak. Namun ada satu puisi yang menarik, judul puisi yang sekalian dijadikan judul Antologi Puisinya, yaitu Suara-Suara. Sebuah puisi yang menceritakan ketidakacuhan penyair terhadap suara sumbang yang ditujukan kepada dirinya.
Lihat saja dalam baris ini ya, sesungguhnya aku tak banyak waktu untuk mendengar suara-sara yang masuk ke telingaku. Betapa penyair mencoba untuk tidak peduli dengan ucapan seseorang yang mungkin akan meruntuhkan kepercayaannya. Sesungguhnya meskipun amat pribadi, Nanang tampak cukup ingin mengangkat universalitas dalam puisinya. Dalam sajak-sajak kematian, dalam sajak-sajak duka, dia tampak dengan sangat mengajak pembaca memahami perasaannya. Sementara itu, nanang juga menghadirkan beberapa enjamblemen untuk menguatkan kesan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s