Antologi Puisi “Buah Rindu” oleh Amir Hamzah


Sajak seni sedih, itulah yang tertera di awal buku. Bahwasannya memang benar jika Amir Hamzah menuliskan demikian, karena sebagian besar puisi-puisi di dalam antologi ini menghadirkan suasana kedukaan, duka karena kerinduan, duka karena asmara, duka karena kehidupan. Hal ini terangkum dalam empat bagian puisi Buah Rindu. Bagian-bagian tersebut seperti sebuah percakapan yang sahut menyahut, seperti ada korelasi dan koherensi. Diterbitkan pada tahun 1985 oleh Dian Rakyat, buku ini terdiri darui 54 halaman yang memuat 28 puisi.
Hanya saja ang menyulitkan dalam antologi ini adalah dari segi bahasa. Kita bisa melihat bahwa karya-karya Amir Hamzah masih sarat dipengaruhi oleh sastra lama yaitu menggunakan bahasa Melayu Klasik yang sulit untuk dipahami. Persajakan pun juga terpengaruh sastra lama, yang masih memeningkan persajakan. Dari segi jumlah baris dan bait pun Amir Hamzah belum mau untuk keluar dari tradisi sastra zaman sebelumnya, dia kurang mau bereksperimen.
Secara makna, dia sangat terikat dengan perasaan dan kejiwaannya. Secara pribadi dia menyadari betul saah satu fungs puisi sebagai media untuk menyalurkan ekspresi jiwa, sebagai terapi untuk mengurangi kegundahan. Untuk itulah puisi-puisi yang diaciptakan pun lebih banyak berupa puisi ekspresif yang berasal dari galian perasaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s