16. “Nyanyian Orang Urakan” oleh W.S. Rendra


Kini aku berjalan lagi/menyandang ranselku/menyeberangi sungai dan membonceng kereta. Itulah salah satu kutipan dalam puisi pembuka berjudul Nyanyian Orang Urakan. W.S. Rendra, si Burung Merak ini memang memiliki idealisme yang tinggi dalam berkarya. Sebagaimana yang sudah menjadi judul antologi puisi, maka dalam antologi ini Rendra lebih banyak melahirkan karya-karya yang berkaitan dengan orang jalan. Sebut saja Nyanyian Orang Uakan, Nyanyian Preman, kelelawar, dll.
Lantas dia juga menyuarakan satu sindiran keras, dengan menghadirkan pertentangan antara orang yang berkuasa dengan masyarakat akar rumput. Hal ini terdapat dalam puisi berudul Sajak Orang Kepanasan.Rendra juga bermain dengan kata-kata dalam puisi Bak, lihatlah pada bait pertama ini Resah/Resahlah langit/Resahlah badan/Ak gelisah/Memeluk badan/…. ka;la kita melihat atau membaca, maka di stu Rendra menggunakan teknik pengulangan untuk memperkuat makna yang hendak disampaikan kepada pembaca.
Nyanyian Orang Urakan diterbitkan oleh Mangap Studio, Jakarta, pada tahun 1985, terdiri dari 16 halaman dan 11 judul puisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s